Cinta Adalah Komunikasi!

400

Cinta memang mudah terjadi begitu saja, kapan pun dan dimana pun. Dan itu adalah reaksi alamiah bagi setiap manusia. Setiap manusia pasti akan merasakan cinta. Sekarang pertanyaannya, bagaimana cinta bisa terjadi dan tumbuh pada seseorang?
Kalau kita mau memperhatikan, ternyata alur cerita cinta itu seperti ini : Seorang lelaki tertarik dengan seorang perempuan, karena si perempuan berparas cantik, dengan sepasang mata yang bulat, berhidung mancung, berbibir sensual dan bertubuh sintal. Dan si perempuan tertarik kepada si lelaki karena si lelaki berwajah ganteng dan bertubuh atletis seperti Tom Cruise atau George Clooney. Kemudian si lelaki memberanikan diri untuk berbicara dengan si perempuan dan akhirnya mereka saling bertukar informasi. Sejak pertemuan pertama itu, mereka terus berhubungan satu sama lain melalui telepon, email, bahkan kadang bertemu secara berkala. Dari situ bisa terjadi dua hal : Bubar, atau terus berlanjut ke tahap berikutnya!
Nah dari situ dapat kita simpulkan bahwa awalnya orang akan tertarik dengan orang lain melalui fisiknya (disebut sebagai visual attractment atau physical attractment), karena secara alamiah manusia normal menyukai sesuatu yang indah, terutama dari lawan jenisnya. Kemudian setelah itu yang berperan dalam melanjutkan hubungan, bukan lagi ketertarikan secara fisik, tetapi KOMUNIKASI yang terjadi di antara keduanya!
Banyak sekali orang yang mengatakan, yang penting dalam memilih dari pasangan, teman atau sahabat adalah kepribadiannya. Atau ada juga yang mengatakan, tidak usah kuatir mengenai cinta, karena cinta akan terjadi dengan sendirinya dan akan dimainkan dan dimenangkan oleh kedua belah pihak. Darimana seseorang akan tahu kepribadian orang lain, atau akan memenangkan cinta dari kedua belah pihak kalau tidak pernah terjadi komunikasi sedikitpun di antara keduanya?
Perlu diingat bahwa komunikasi tidak sama dengan berbicara. Kalau berbicara itu hanya satu arah, sedangkan komunikasi itu harus dua arah. Ada aksi, ada reaksi. Kita berbicara, lawan bicara merespon. Kalau sama sekali tidak pernah terjadi komunikasi tersebut, maka dapat dipastikan bahwa CINTA TIDAK AKAN PERNAH TERJADI!
Sebagai contoh, coba lihat kasus pangeran Charles dan Lady Di. Secara fisik, Lady Di adalah seorang wanita anggun yang sangat cantik, sehingga banyak sekali para lelaki mengidolakannya. Namun, apakah kecantikan saja cukup? Ternyata tidak! Pangeran Charles lebih memilih wanita lain dalam mengisi kekosongan cintanya! Atau pernahkah kita perhatikan suatu pasangan yang mungkin salah satunya tidak menarik secara fisik, atau bahkan mungkin kita pernah mengatakan hal seperti ini : "Wah, kasihan sekali ya, cowoknya ganteng tapi ceweknya jelek," atau sebaliknya, "ceweknya cakep banget, tapi cowoknya kayaknya enggak pantes deh jadi pasangannya," nyatanya yang terjadi malah hubungan mereka tetap harmonis sampai akhir hayat mereka.
Ternyata kecantikan / keindahan fisik hanya memegang peranan sedikit dalam cinta. Itu adalah cinta yang semu, tetapi yang paling memegang peranan penting dalam suatu hubungan cinta, adalah komunikasi. Menurut para ahli dominasinya sebanyak 88%! Maka, bagi orang yang ingin tetap dicintai oleh pasangannya, atau bagi orang yang ingin tetap mempertahankan keharmonisan hubungan antara keduanya, lakukanlah komunikasi yang baik secara intensif antar pasangan, karena komunikasi yang baik antar pasangan akan meningkatkan kepercayaan dan menumbuhkan rasa kasih sayang.
Jadi, salah besar kalau ada orang yang mengatakan cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya dengan dibiarkan begitu saja! Justru yang akan terjadi adalah kebalikannya! Cinta akan pudar dengan seiring waktu dan akan menguap sehingga akhirnya menghilang begitu saja.
Orang bijak pernah berkata: "Kualitas hidup seseorang ditentukan oleh kualitas komunikasinya." Maka dari itu, perbaikilah kualitas komunikasi kita kepada siapa saja, dimana saja dan kapan saja!

Rully,

Jakarta, Rabu 28 Juni 2006 Jam 12.33
(From my old blocknote)

Facebook Comment