satu

270

aku keluar sendirian berjalan menuju tempat pertemuan yang sudah dijanjikan. tetapi siapakah gerangan yang kini mengikutiku dalam kebisuan kegelapan?
aku bergerak menyisih menghindarinya tapi aku tak kuasa menghindar darinya.
ia bangkitkan debu dari tanah dengan langkah -langkahnya yang angkuh; ia tambahkan suara kerasnya pada setiap kata yang aku ucapkan.
ia adalah diri kecilku sendiri, tuanku.
ia tak tahu malu: tetapi aku malu datang ke pintumu bersamanya.

(rabindra nath tagore)

Facebook Comment