CERITA TENTANG PEREMPUAN..(AKU DAN MARIO)

1923

Perkenalkan nama saya arimbi,saat ini saya berumur 27 tahun. Saya seorang pramugari di salah satu maskapai penerbangan international milik salah satu Negara di eropa. Mugkin kisah saya ini adalah kisah saya terakhir tentang cinta,cinta yang membawa saya pada cerita pernikahan yang sebenarnya saya ingin pertahankan. Awal kisah ini bermula pada saat saya berumur 20 tahun,pada saat itu saya sudah bekerja pada salah satu maskapai penerbangan domestic. Saya suka dengan pekerjaan saya. Karena ini sudah memang impian saya dan saya suka berpergian atau traveling. Pekerjaan mengharuskan saya untuk terbang dengan kru pesawat yang lain ke beberapa daerah yang ada di Indonesia. Dengan intensitas penerbangan 5 kali sehari. Walhasil saya jarang sekali berada dirumah. Pada waktu itu saya tinggal di mes atau asrama maskapai penerbangan saya yang ada di Surabaya. Usia saya yang masih muda memang doping yang sagat manjur. Sering kali jika teman saya tidak bisa ikut penerbangan dan menjalankan tugasnya,maka saya akan menggantinya. Semua saya jalankan dengan hati yang senang dan dengan fun. Benar benar fun sampai akhirnya saya bertemu dengan cerita ini. Kisah yang membua hidup saya jadi berubah.

 

Saya bertemu dengan pria dalam cerita ini(saya tidak akan menyebut namanya,maaf!) ketika saya harus bertugas dengan tujuan penerbangan Jakarta-manado. Saat itu saya bertugas di gate depan untuk menyambut penumpang dan menunjukkan tempat duduk mereka sesuai dengan boarding pass mereka. Sampai pada saatnya giliran pria itu. Seorang pria asing atau istilahnya pria ekspatriat,mendapat gilirannya masuk kedalam kabin. Badannya tinggi,cukup tinggi sehingga dia harus menunduk ketika masuk ke pesawat,ya..kira kira tingginya 185,beda 10 cm dari tinggi badan saya. Dia cukup tampan tapi tidak menarik perhatian saya. Dari caranya berbicara saya tahu bahasa inggris yang di pakainya tidaklah lancar dan sangat gabble(tidak jelas)sehingga saya bisa manrik kesimpulan bahwa dia bukanlah pria yang berasal dari Negara yang menggunakan bahasa international itu sebagai bahasa utamanya. Dia berbicara dengan aksen Italia yang kental. Saya tersenyum yang ketika itu melihatnya berbicara kepada saya. Dikarenakan dia berbicara dengan tidak beraturan. Dengan sigap saya menggunakan bahasa Italia dengannya,karena saya menguasai bahasa itu. Dan dengan senyum yang manis sebagai pramugari,saya membalas seyuman yang dia berikan karena rasa terima kasih. Setelah itu pesawat pun take off dari soekarno-hatta menuju samratulangi manado. Dan kisah ini pun berlanjut.

 

Selama penerbangan berlangsung,saya bertugas sebagaimana biasanya,berjalan diantara kursi penumpang sambil menawarkan minuman,majalah atau menayakan tentang apa penerbangannya baik dan nyaman atau tidak. Sampai akhirnya pria itu memanggil saya. Saya pun mendekat dan dengan senyum yang dia berikan dia bertanya tentang beberapa tempat wisata yang dia baca di salah satu buku panduan wisata manado yang dicetak dalam bahasa Indonesia. Dengan tidak keberatan saya menjelaskannya dalam bahasa Italia,setelah itu saya kembali ketempat karena pesawat akan segera landing di bandara samratulangi,manado.

 

Seperti biasa sebelum pesawat landing saya berbicara di ruang kokpit,memberitahu kalau pesawat akan mendarat pada tujuan dan harap mengencangkan sabuk pengaman yang di gunakan. Setelah pesawat landing,saya berdiri pada gate depan dan mengucapkan terimakasih karena sudah mau terbang bersama maskapai kami dan memberikan ucapan selamat menikmati perjalanan di manado bagi mereka yang berlibur atau urusan lain. Pria itu pun saat itu berada di gate depan,saya mengucapkan terimakasih dalam bahasa Italia dan dia pun menyambutnya dengan baik sambil mengulurkan tangannya dan menyebutkan namanya. Mario. Itulah nama yang kudengar keluar dari mulutnya. Saya hanya memberikannya senyum karena saya sendiri surprised dengan sikap pria ini,tidak biasanya seorang pria asing memberikan namanya tiba-tiba. Tapi apapun itu saya cukup senang. Seminggu berlalu,subuh pesawat saya kembali mendarat di manado,sambil menunggu jam terbang malam,saya menyempatkan berjalan jalan dengan teman kantor saya di sebuah pantai yang ada di kota manado,manado memang indah…..pantainya tidak seperti pantai yang ada di bali.

 

Suasana karang dan biru laut lebih terasa. Saya pun mengambil beberapa gambar di pantai itu. Setelah puas dengan gambar yang saya ambil,saya pun duduk di pasir sebentar merasakan halusnya pasir. Saya sengaja menjauh dari teman kantor yang berkumpul di satu restoran yang ada pada hotel di pantai itu. Saya tediam dan tiba-tiba termenung dan terdiam sampai ada seorang pria mendekati saya. Cerita yang klisedan anda past sudah bisa menebaknya,pria yang bernama Mario itu bertemu kembali dengan saya. Dia duduk di sebelah saya….dan mengucapkan halo dalam bahasa Italia. Saya menoleh kearahnya,rambutnya basah dan pasir menempel di separuh badannya. Sepertinya dia habis menyelam. Kami pun mengobrol…..dari percakapan kami.saya jadi tahu kalau dia adalah seorang dj. Dan kedatangannya ke manado adalah liburan sambil menunggu show besarnya sebagai dj di bali. Dari pecakapan dia orangnya baik,humoris dan benar benar seorang pria lajang yang fun…..serta mature. Percakapan harus berakhir karena saya harus kembali ke mobil…..tapi sebelumnya kami melihat sunset di pantai itu. Dan kisah ini kembali berlanjut out side of my control and my mind. Malam pun tiba,saya kembali bertugas…kali ini saya bertugas di gate belakang. Setelah semua penumpang masuk pesawat pun take off. Perjalanan kali ini tujuan manado-surabaya. Saya menjalankan tugas saya untuk melihat keadaan penumpang dan whoaala!! sebuah tangan menepuk lengan saya. Bisa di tebak,itu adalah Mario…..kami bertemu kembali diluar rencana dan keinginan saya. Setelah pesawat landing dia sengaja menunggu saya di gerbang air crew bandara juanda. Saya melihatnya. Rupanya dari kemarin kami bertemu,dia belum tahu nama saya siapa. Aneh memang,tapi setelah itu saya memberikan nama saya. Kami pun bertukar alamat e-mail dan bertukar nomor ponsel…karena dia sudah memakai jaringan gsm Indonesia adi saya akan dengan mudah menghubunginya. Kami pun berpisah karena dia harus ke bali dan saya harus segera terbang ke medan.

 

Satu minggu berlalu sebuah e-mail masuk,rupanya dari Mario…dia mengatakan bahwa bali akan megadakan carnival di pantai kuta dan double six beach,dan dia juga mengatakan kalau dia adalah dj yang akan bermain dua malam di carnival itu. Saya sengaja tidak membalasnya karena memang tidak ingin,tapi sehari kemudian dia menelpon saya dan menyatakan hal yang sama. Saya tidak menyanggupi….tapi secara kebetulan penerbangan saya kali ini ke bali. Pendek kata kami bertemu di pantai kuta di tengah ramainya suasana beach carnival. Pertemuan malam itu ternyata berlanjut…kami berpacaran meskipun tidak ada satu kata yang pernah kami keluarkan yang berkatan jalannya hubungan kami,dan menurut saya inilah kesalahan terbesar saya seumur hidup. Menjalin hubungan tanpa status yang jelas diawal. Kami memilih long distance,penuh risiko tapi saya tetap mencobanya. Pada musim panas tahun 2001 kami bertemu di bali. Dia mengajak saya menikah…awalnya saya tidak mau….karena saya belum memberitahu keluarga saya,tapi dengan sigap hari itu juga dia menelpon ke orang tua saya yang ada di Jakarta dan menyakinkan mereka kalau dia serius…percakapan dengan orang tua saya berlansung alot…tapi pada ujungnya orang tua saya menyetujui walaupun saya tidak tahu benar kenyataanya. Maka tepat pada pagi hari pada saat sunrise kami menikah di tanah lot.dengan pemberkatan salah satu pendeta dari gereja yang ada di bali. Kami resmi menikah tepat saat matahari terbit. Harapan saya akan hal yang indah pun sudah menggunung tapi sebenarnya perjalanan dari kapal kami baru saja di mulai.

 

Saya memilih cuti dari pekerjaan saya,karena saya mengikuti Mario ke Italia. Perjalanan kami sangat menyenangkan,dari cerita Mario saya jadi tahu kalau ayah ibu Mario sudah lama meninggal dan dia tinggal bersama pamannya yang bekerja mengelola salah satu resort di kawasan catalunnya. Tidak terasa satu tahun sudah lewat,perkawinan kami masih dalam keadaan yang baik. Saya juga masih bekerja dengan jam penerbangan yang padat. Sehingga saya dan Mario baru bisa bertemu di saat musim panas,tepatnya bulan juni. Natal 2002 saya mengandung. Empat bulan pertama saya masih bekerja…namun atas bujukan teman saya akhirnya saya mengambil cuti hamil kebetulan juga Mario ada di Indonesia.

 

Karena saya harus menjaga kehamilan dan melahirkan anak saya maka saya dan Mario memutuskan membeli rumah di kawasan renon,bali. 4 bulan Mario tinggal bersama saya,dia pun pergi. Dari paspornya saya lihat dia sudah empat kali ke brazil. Jujur saya agak aneh kenapa Mario sering sekali ke brazil…terhitung sejak sebelum kami menikah. Bahkan setelah saya mengandung pun dia dua kali kesana…..sangat aneh karena ke Indonesia saja dan menengok istrinya dia butuh musim panas dan waktu kosong untuk kemari. Saya pun bertanya kenapa,tapi pria itu menjawab kalau kepergiannya ke brazil untuk mengurus sebuah club yang didirikannya bersama dua temannya yang lain. Mendengar itu saya pun tenang. Tapi sebagai seorang istri saya masih menaruh curiga.

 

Mei 2003 mario menghilang,tidak ada kabar,telpon,sms bahkan email. Saya bingung harus mencari kemana. Saya mencoba tenang dan positif tapi tidak bertahan lama. Juni,saya memutuskan menyusul Mario. Dengan gaji yang saya dapatkan selama saya bekerja saya gunakan untuk berangkat ke Italia. Sampai disana saya mencoba menelpon ponsel Mario tapi hasilnya nihil. Satu-satunya hal yang saya tahu adalah paman Mario di catalunnya. Saya memutuskan kesana,disana juga sama nihilnya….atas kebaikan tante dan om Mario saya tinggal disana sambil tetap berusaha mencari Mario.

 

Setiap hari saya mencoba melihat internet apakah ada berita kecelakaan pesawat yang baru saja terjadi..tapi tidak ada,sementara kehamilan saya bertambah tua. Sampai pada suatu saat saya melihat hal yang paling mengerikan dan meyakitkan. I saw him flirting with a women…!!!. Saya tidak perduli siapa wanita itu. Karena yang saya tahu hanyalah laki laki bejat dan tidak tahu diri yang berada semobil dengannya adalah pria yang saya akuI sebagai suami saya…..kejadian st.salvador itu membuat saya sadar kalau ada ketidakberesan hubungan saya dan mario. Maka hari itu juga saya pulang ke Indonesia apapun yang terjadi,I have to flight back to Indonesia,immediately….saya sudah cukup tahu apa yang akan saya lakukan. Dia menipu saya,apa pun alasannya saya tidak perduli….jika ingin menceraikan saya dalam masa hamil rasanya lebih baik daripada harus melahirkan ketika mengingat suami saya berdua dengan gadis lain yang mungkin pacarnya.

 

Kepulangan saya serta merta di ikuti kepulangan Mario ke bali. Saya tidak akan mau melihat pria itu lagi. Mario berusaha menjelaskan semuanya dan mengatakan kalau wanita itu adalah juga pacarnya. Jika wanita itu adalah pacarnya dan dia menyamakan saya dengan wanita jalang itu,berarti saya juga adalah pacarnya. Dan saya sama jalangnya dengan wanita itu karena sudah mau berhubungan dan berkomitment dengan pria jahanam dan pengecut macam Mario. Bagus….!!!. saya sudah yakin kalau saya akan menjadi single parent untuk anak saya.

 

Akhir juni saya melahirkan di bali,anak saya laki-laki….wajahnya benar benar identik ketampanan orang Italia. Saya tidak akan membenci anak saya…tapi saya akan tetap benci terhadap Mario. Satu bulan saya melahirkan Mario datang ke rumah yang juga masih rumahnya karena kami belum resmi bercerai. Saya membiarkan dia menggendong anaknya….karena itu memang anaknya juga tapi hari itu saya tidak berbicara sedikitpun sampai Mario harus kembali ke Italia. Sebelum dia pergi,dia menulis sebuah note bahwa dia akan menanggung biaya hidup saya dan anak saya yang bernama Jammie.,rumah kami diserahkan dan di sahkan atas nama saya karena dia merasa begitu bodoh menduakan saya.

 

Jujur saja saya tidak perduli dengan apa yang dia tulis dan dilakukannya. Ini bukan permasalahan materi. Ini masalah dimana anda sudah menyerahkan “semuanya”kepada pria itu,anda melihatnya berasyik masyuk dengan wanita lain dan dia ingin menjelaskannya hanya dengan satu kata yaitu MAAF!. Cukup!!saya bukan pelacur dan istri rendahan yang bisa dengan gampang disodori satu kata klasik seperti itu. Saya menjaga kehormatan suami saya,tapi jika suami tidak menjaga dan menghormati saya sebagai istri. Saya juga akan bertindak!.

 

Tahun 2004 saya memutuskan kembali bekerja,orang tua saya belum tahu tentang cerita ini. Saya merahasiakannya karena memang saya belum resmi bercerai saat ini. Jammie tinggal dengan orang tua saya di Jakarta,sementara rumah kami di bali di jaga oleh pembantu kami disana. Kesibukan saya kembali mendera,rute penerbangan domestic yang makin padat membuat saya perlahan-lahan mencover rasa sakit saya yang dulu. Atas kebijaksanaan kantor saya di transfer ke salah satu penerbangan uni eropa di Negara jerman. Dan sampai saat ini saya masih bekerja disana. Juni 2006 kemarin,saya dan Jammie memutuskan untuk ke bali sekaligus merayakan ulang tahun Jammie yang ke 3,di luar dugaan Mario ternyata ada di rumah,Mario melihat Jammie yang juga tidak canggung dengannya karena saya tidak akan pernah menutupi siapa bapaknya…biarkan urusan saya dan Mario adalah urusan kami sedangkan masalah Jammie adalah masalah bersama karena sekali lagi kami belum bercerai.

 

Mario melihat saya dan memutuskan untuk kembali tapi cukup buat saya…..biarkan kerjasama kami hanya untuk Jammie tapi untuk hati saya sudah cukup. Mario pria yang bertanggung jawab pada “keluarga” dan anaknya..tapi dia tidak bertanggung jawab pada diri saya. Saya tidak pernah merasa akan menyembunyikan Jammie darinya karena itu adalah hal yang sangat kekanak-kanakan. Cukup hanya masalah orang dewasa yang harus diselesaikan dengan cara yang dewasa juga. Jangan libatkan mereka karena secara tidak langsung prilaku,lingkungan dan apa yang anda lakukan padanya adalah cerminan pembentuk dirinya di saat tumbuh remaja walaupun di saat dewasa dia akan tumbuh menjadi dirinya sendri. Dan menentukan jalannya sendiri. Sedikit fenomenal,tapi ini adalah nyata. Kejadian ini banyak dialami oleh arimbi-arimbi lain diluar sana yang juga berjuang demi anaknya dan harga dirinya yang terinjak dan terampas oleh suami yang apatis. Ini bukan saatnya wanita meratapi nasib mereka yang sudah digariskan begitu ironi untuk jalan hidupnya. Ini saatnya mengganti air mata anda dengan semangat baru yang membuat anda semakin kuat…..sampai akhirnya KEBAHAGIAAN DAN PASSION anda akan menemukan anda…..

Facebook Comment