Eat, Pray, Love

474

Eat, Pray, Love

Elizabeth Gilbert

Seorang Wanita Mencari Segalanya di Italia, India dan Indonesia

Eat, Pray, Love dikarang oleh Elizabeth Gilbert. Menceritakan tentang seorang perempuan di usia tiga puluh tahun, yang memiliki semua yang diinginkan, layaknya seorang wanita Amerika modern; terpelajar, ambisius, suami, rumah, karir yang cemerlang. Tetapi hal ini tidak membuatnya bahagia dan puas, malah sebaliknya, menjadi panic, sedih dan bimbang. Ia merasakan perceraian, depresi, kegagalan cinta dan kehilangan pegangan akan arah hidupnya.

Untuk memulihkan ini semua, Elizabeth Gilbert mengambil langkah yang radikal. Dalam pencarian jati dirinya, ia menjual semua miliknya, meninggalkan pekerjaannya, orang-orang yang dikasihinya dan memulai satu tahun perjalanan keliling dunia seorang diri. Elizabeth Gilbert mengunjungi tiga tempat di mana dia dapat meneliti satu aspek kehidupannya, dengan latar belakang budaya yang secara tradisional telah mewujudkan aspek kehidupan tersebut dengan sangat baik.

Di Italia, ia belajar seni menikmati hidup, belajar bahasa Italia dan menambah berat badannya sebanyak dua puluh tiga pound. India merupakan negara untuk belajar seni berdevosi, dengan bantuan seorang guru setempat dan seorang Texas yang bijaksana, ia memulai empat bulan penuh disiplin dalam eksplorasi spiritual.

Akhirnya, Indonesia, di sini ia akhirnya menemukan tujuan hidupnya: keseimbangan, yaitu bagaimana membangun hidup yang seimbang antara kegembiraan duniawi dan kebahagiaan surgawi. Mencari jawaban atas pertanyaan tersebut di pulau Bali, ia menjadi murid dari seorang dukun tua dari generasi ke sembilan dan ia juga jatuh cinta dengan cara yang sangat indah tanpa direncanakan.

Facebook Comment