Setetes Kebohongan demi kebaikan

513

Kasih sayang orang tua dari dulu memang tiada batasnya, mungkin inilah yang dari dulu aku yakini. Mungkin selamanya aku tidak mungkin dapat membalas budi atas kasih sayang mereka selama ini. Setiap orang tua pasti mempunyai cara atau gaya tersendiri dalam mendidik anak-anak mereka. Termasuk orang tuaku, terutama Ayah yang dalam mendidik aku selama ini. Ayah selalu tegas, tidak banyak bicara dan selalu menuntut aku bekerja dan belajar maksimal. Tetapi aku merasa hal itu mungkin yang terbaik bagi diriku yang sedikit Bengal dan manja. Pernah waktu kecil dulu kakiku dipukulnya dengan sapu lantai sampai gagangnya patah gara-gara hanya mandi di sungai. Tetapi aku mengerti maksudnya , karena selang beberapa hari seorang anak tenggelam disungai itu.

Hal itu menyebabkan aku sangat bergantung pada beliau, meski kadang dalam berkomunikasi sangat kaku. Hal itu karena beliau jarang berbicara hal yang tidak perlu dan itu menurun padaku. Tetapi sosok beliau dilingkungan cukup dihormati, dan hal itu menyebabkan beliau diangkat menjadi ketua RW. Beliau sebenarnya punya bakat dalam pijat penyembuhan. Pernah kakiku keseleo dan engselnya melintir, tetapi beliau dapat mengembalikannya seperti semula. Tetangga  selalu kerumah jika kaki, tangannya keseleo atau bahkan sakit gigi. Tetapi beliau selalu tidak mau menarik bayaran, tetapi mereka selalu memaksa sehingga aku yang selalu ketiban rejeki.

Ayah juga menjadi penasehat spiritualku, karena sedikit banyak aku tahu kemampuan spiritual beliau. Dari kecil ketika beliau menimba ilmu dari satu guru ke guru yang lain aku selalu diajak. Selama ini juga aku menilai bahwa apa yang dikatakan beliau selalu benar alias tidak berbohong. Sekali lagi aku mengandalkan beliau meskipun sekarang sudah berkeluarga.

Pernah aku mengetes beliau, dengan bertanya  suatu hal karena igin tahu kemampuan spiritual beliau :

Aku ; “ Yah aku sudah menikah selama 7 bulan tetapi istri belum juga ada tanda-tanda  mengandung. Tolong dilihat apa memang masih jauh tiba waktunya ?”

Ayah ; “ Memang masih jauh nak tapi bersabarlah”

Bagai tidak percaya kepada beliau yang selama ini aku bergantung, aku berdo’a dan sholat tahajud tiap malam agar dikaruniai anak. Dan alhamdulillah setelah dua minggu ternyata istri positif hamil 1 bulan setelah aku periksakan ke dokter.

Setelah itu aku bertanya kepada beliau lagi setelah tahu istriku hamil :

Aku ; “ Yah kira-kira nanti anakku nanti Perempuan atau Laki-laki ?”

Ayah ; “Perempuan anakku, tetapi kamu jangan merisaukannya.”

Duarr, sekali lagi aku tidak percaya kepada beliau. Hal ini terbukti selama beberapa kali USG menunjukkan kelamin anakku laki-laki. Dan juga pernah suatu malam selesai sholat , terlintas didepanku seorang laki-laki tua berjubah putih membawa bayi yang aku perhatikan dia laki-laki. Kemudian sosok itu memberiku bayi itu dan selanjutnya pergi tanpa kata-kata dan pesan. Tetapi aku memang memohon agar diberi anak pertama seorang Laki-laki. Sampai akhirnya istriku memang melahirkan seorang anak laki-laki.

Terakhir kali aku bertanya kepada beliau :

Aku ; “ Yah selama ini apa yang ayah katakan selalu benar-benar terjadi, tetapi dua kali pertanyanku terakhir meleset dari apa yang Ayah ucapkan. “

Ayah ; “ Anakku aku bukanlah Tuhan, Semua itu rahasia Tuhan. Jika suatu kali apa yang aku ucapkan benar-benar terjadi hal itu bukanlah datang dariku tetapi itu semua sudah menjadi kehendak Tuhan. Namun jika tuhan memberiku suatu pemahaman dan kebenaran dan kamu bertanya padaku, maka aku memilih berbohong. Karena selama ini aku selalu melihat kamu bergantung padaku bukan pada Tuhanmu. Itulah sebabnya, Ayah hanya berharap kamu mau berdo’a dan berusaha, serta tanyakan pada hatimu. Karena kamu harus percaya pada hatimu, dan perhatikan betapa besarnya kekuatan DO’A. Apalagi sekarang kamu sudah punya seorang anak yang nantinya harus kamu didik. Kamu mengerti kan ucapanku ?”

Aku hanya mengangguk mendengar perkataan beliau, karena memang benar aku selalu bergantung pada beliau. Kemudian aku beranjak sambil merenung memikirkan apa aku bisa seperti itu ?

Sejak itu aku memegang betul apa yang beliau ucapkan. Memang cara beliau dalam mendidik seorang anak sangat aku kagumi meski terkadang hal itu tidak sesuai tetapi hal itu memang hal yang terbaik bagiku.

 

Facebook Comment