Satu Arti Sebuah Pengorbanan

744

Seorang filsuf asal Jerman, Erich Fromm (1900 – 1980) mengatakan :”Orang kaya bukanlah mereka yang memiliki banyak harta, akan tetapi mereka yang banyak memberikan miliknya untuk orang lain.”

Banyak orang yang mengatakan/mengakui bahwa pernyataan Erich Fromm itu, benar adanya. Namun buat saya sendiri, pernyataan Erich Fromm tersebut, belum menyentuh konsepsi pemikiran yang terlintas dalam benak pikiran saya. Terhadap pernyataan Erich Fromm tersebut, posisi saya adalah belum sepenuhnya sependapat.

Tidak sependapat saya karena saya memikirkan posisi orang miskin dan orang super miskin dalam konteks pemikiran sederhana serta teramat datar atas pernyataan Erich Fromm itu. Bagaimana dengan kondisi mereka, yang jangankan banyak memberikan miliknya, untuk dapat menjalani kehidupan mereka sendiri saja membutuhkan pertolongan?

Memang cukup kental nuansa filosofis yang mengilhami isi ucapan Erich Fromm itu. Saya sendiri merasa, point penting yang ingin diangkat oleh Erich Fromm terletak pada kata “pengorbanan”, dimana setiap tindakan pengorbanan, bisa menghadirkan kepuasan (terutama kepuasan batin). Jadi ini bukan soal kekayaan harta benda.

Ketika kita berani berkorban untuk orang lain, maka kita sudah “kaya”, dan apabila kita melakukannya dalam banyak kesempatan, maka sesungguhnya kita sudah teramat “kaya”.

Yup, kaya yang sesungguhnya, karena ini soal kebesaran hati.

Apakah ini berkaitan pula dengan harta benda? Kelimpahan harta benda adalah bonusnya… Sebuah tindakan baik, pasti ada nilai yang akan diperoleh, tapi tidak selamanya berbentuk…harta kekayaan.

Salam damai. GBU ALL

.Sarlen Julfree

Facebook Comment