The Red Book

315
The-Red-Book

Hubungan pertemanan yang terjalin antara Clover, Addison, Mia, dan Jane berawal di Harvard sebagai teman sekamar.

Memiliki kepribadian dan latar belakang yang berbeda-beda tidak menjadi jarak untuk persahabatan mereka hingga lulus pada tahun 1989. Clover yang berasal dari keluarga komunis dan terbiasa dengan kehidupan terkurung di dalam rumah. Belum lagi masa sekolahnya ia habiskan dengan home-schooling. Addison sebagai pecinta mayflower. Mia yang merasa bosan dengan rutinitas dalam hidupnya. Dan Jane yang merupakan seorang yatim-piatu pasca perang Vietnam ini, memiliki keyakinan suatu perang dapat terjadi hanya karena melalui kata-kata. Diceritakan perjalanan hidup mereka masing-masing dengan sangat baik oleh Deborah Copaken Kogan. Hingga dua puluh tahun kemudian, hidup mereka terpuruk. Clover yang bermasalah dengan pekerjaannya. Addison yang stress karena pernikahannya hancur. Mia yang merasa jenuh karena ditengah waktunya harus mengurus keempat anaknya, ia pun sambil bekerja untuk membiayai renovasi rumahnya. Sang suami tidak cukup mampu untuk menutupi kebutuhannya dalam keluarga. Jane sendiri terlilit utang karena perusahaan tempat ia bekerja sudah ditutup. Kenangan manis semasa kuliah tersimpan dalam sebuah buku turun temurun yang diberi nama “The Red Book”. Disinilah kisah-kisah alumni saat reuni, atau cerita keluarga, hingga impian mereka. Rahasia dan usaha melarikan diri saat weekend yang tak terlupakan diceritakan dalam buku tersebut. Dalam buku ini pula, cerita Clover, Addison, Mia, dan Jane menjadi inspirasi kehidupan mereka di hari tua.

Sumber : amazon.com

Facebook Comment