Santap seru di restoran tertinggi di Jakarta: Henshin

1516
Henshin

Dalam beberapa tahun terakhir, Jakarta tengah diserbu oleh tren restoran dan bar yang mengusung konsep sky dining dengan pemandangan lanskap kota yang mengagumkan dari ketinggian. Salah satu sky dining yang tengah hangat diperbincangkan adalah Henshin yang berada di lantai 67 hingga 69 Gama Tower. Restoran dan bar multi konsep ini merupakan bagian dari The Westin Jakarta yang kini resmi menyandang gelar sebagai sky dining tertinggi di ibukota, dan bahkan se-Indonesia.

Dibuka secara resmi pada 20 Juli 2017 lalu, kehadiran Henshin menandai perayaan satu tahun eksistensi The Westin Jakarta. Di sini, Anda disuguhi oleh konsep sajian bergaya Nikkei, yakni budaya campuran kuliner Jepang dan Peru. Nikkei sendiri merupakan bentuk akulturasi seni memasak masyarakat Jepang yang beremigrasi ke Peru untuk mencari tambang mineral sejak berpuluh-puluh tahun silam.

Alfresco bar

Untuk mencapai Henshin, terdapat akses lift khusus di entrance lobby The Westin Jakarta yang mengantar langsung pengunjung ke lantai 67 hanya dalam beberapa detik saja. Anda akan menemukan sebuah bar yang dibagi menjadi dua bagian, indoor dan alfresco bar (bar terbuka) yang mampu menampung 90 orang.

Khusus untuk alfresco bar, Anda dapat menikmati pemandangan lanskap kota Jakarta sekaligus merasakan semilir angin di ketinggian dari balik pagar kaca. Sedangkan di bagian indoor, Anda akan menemui bar dengan ornamen pola tradisional, sehingga membuatnya standout.

Jangan lupa untuk mencicipi aneka sushi dan sashimi yang tersaji di mini bar, lengkap dengan beragam koktil bergaya Nikkei yang diracik oleh mixologist setempat.

Area restoran fine dining

Beranjak ke lantai 68 dan 69, Anda akan menemukan restoran fine dining yang mengusung konsep dapur terbuka. Konsep tidak biasa ini sengaja dihadirkan guna lebih mendekatkan pengunjung pada eksplorasi mendalam tentang tradisi kuliner Nikkei.

Selain itu, restoran fine dining ini juga hadirkan pengalaman menikmati pemandangan 360 derajat kota Jakarta dari balik jendela kaca yang tinggi. Jika membutuhkan privasi lebih, Henshin hadirkan dua private room di lantai 69 yang dilengkapi dengan private kitchen dan jasa personal butler.

Beragam sajian pembuka khas kuliner Nikkei

Bagi khalayak awam, hampir tidak terlihat perbedaan yang mencolok antara kuliner Jepang dan Nikkei. Namun, menurut pemimpin dapur Henshin, executive chef Hajime Kasuga, yang merupakan generasi ketiga perantau Jepang di Peru, ada tiga perbedaan utama di antara keduanya, yakni tentang penggunaan rempah masak yang cukup berani, sajian berporsi besar, dan penambahan cita rasa pedas. Alhasil, cita rasa yang muncul pun menjadi lebih kaya.

Executive Chef Hajime Kasuga

Untuk memulai eksplorasi rasa kuliner khas Nikkei, Anda dapat memulainya dengan Ceviche Clasico, yakni daging ikan yang dimarinasi oleh Tiger Milk, yakni campuran perasan lemon dan cabai Peru yang pedas menggigit.

Sajian pembuka lainnya yang patut Anda coba adalah nigiri sushi khas Peru yang dibakar cepat sehingga memunculkan tekstur sedikit crunchy dengan cuatan lemak alami dari daging ikan tuna.

Untuk menu utamanya, Henshin menyajikan beragam kreasi panggang dan goreng dari bahan baku seafood, daging unggas, daging sapi premium, dan sayuran solid yang dimasak dengan cita rasa pedas dan kaya bumbu.

Suasana alfresco bar di petang hari

TEKS: HAPPY FERDIAN
FOTO: DOK. ESQUIRE

Source: Esquire

Jangan kelewatan berita-berita terkini lainnya seputar dunia film, musik, dan entertainmentStreaming terus Hard Rock FM di sini!

Baca juga:
Perayaan ulang tahun ke-20 film Titanic
Beli merchandise menarik ini jika datang ke Art Jakarta
“Sekali Lagi” dari Isyana jadi pendatang baru chart 10Kita

Facebook Comment