Sifat pemalas tidak selamanya buruk, ini buktinya!

616

Tidak selamanya sifat malas identik dengan kesan negatif. Mengutip dari laman The Daily Mail, sebuah penelitian ilmiah terbaru menyebutkan bahwa sosok pemalas adalah sosok pemikir dengan kondisi kesehatan mental yang cenderung lebih baik dibandingkan mereka yang aktif berkegiatan fisik.

“Hubungan antara kognisi dan aktivitas fisik adalah pertanyaan penting dalam kehidupan manusia,” tulis para peneliti terkait dari Florida Gulf Coast University.

Laporan studi yang dimuat di jurnal Health of Psychology itu merupakan hasil telaah ilmiah dan penelitian lapangan yang didasarkan pada rentetan temuan terkait sebelumnya.

Sebagai contoh, tim penulis mengutip fakta ilmiah bahwa tingkat aktivitas fisik berhubungan dengan perilaku psikis. Mereka yang ‘non-pemikir’ (baca: cenderung aktif) kerap merasa cepat bosan dan frustasi, sehingga berisiko buruk bagi kesehatan mentalnya.

 

Namun sebaliknya, mereka yang memiliki need for cognition (NFC) atau kebutuhan untuk kognisi cukup tinggi, cenderung jarang mengeluh dan tidak cepat bosan. Hal tersebut disebabkan kelompok pemikir (baca: pemalas) memiliki kemampuan untuk memberikan rangsangan mental ke diri mereka sendiri.

“Individu dengan NFC tinggi memiliki lebih banyak materi untuk menghibur diri sendiri secara mental. Sebaliknya, individu dengan NFC rendah cepat mengalami kebosanan yang berdampak pada risiko terkena hambatan negatif ke depannya,” lanjut tulisan ilmiah terkait.

Untuk memahami kemalasan sebagai tanda kecerdasan, tim peneliti terkait memilih 60 responden yang berasal dari mahasiswa setempat.

Para responden kemudian menjalani tes NFC untuk keperluan pembagian dua kelompok, yakni kelompok pemikir dan non-pemikir.

Selanjutnya, setiap responden dibekali perangkat untuk memantau aktivitas fisik yang mereka lakukan selama tujuh hari. Perangkat tersebut memungkinkan pemantauan secara menyeluruh aktivitas fisik reseponde.

Akhir penelitian menyimpulkan bahwa ‘pemikir’cenderung lebih cerdas dan mampu bertahan dengan baik ketika mengalami sisi negatif di kehidupan sehari-hari, meskipun gaya hidup mereka terlihat membosankan.

TEKS: HAPPY FERDIAN dari ESQUIRE
FOTO: DOK. ESQUIRE

Facebook Comment