Mengapa penggunaan Dumolid dilarang?

177

Dilansir dari pointofreturn.com, Dumolid adalah jenis obat yang termasuk dalam jenis benzodiazepine. Jenis obat-obatan ini sebenarnya sudah luas digunakan oleh kedokteran untuk mengatasi permasalahan gangguan syaraf.

Secara khusus, jenis obat-obatan inipun digunakan untuk mengurangi gejala kecemasan dan gangguan kesulitan tidur (insomnia). Selain itu, obat-obatan ini juga berfungsi untuk mengatasi kelelahan otot, rasa nyeri pascaoperasi, membantu mengurangi ketergantungan alkohol, dan gangguan kesehatan yang terkait dengan kondisi kejiwaan lainnya.

Menurut Dr. Andri Sp. KJ, psikiater Klinik Psikosomatik RS Omni, Alam Sutera, jenis obat yang digolongkan sebagai psikotropika golongan IV ini memang terkadang diresepkan bagi pasien yang mengalami gejala kecemasan, insomnia, atau depresi. Tapi, penggunaannya harus dengan resep dokter. Bukan beli sendiri.

Dokter Andri menambahkan bahwa tanpa resep dari dokter, penggunaan Benzo termasuk ke dalam kategori penyalahgunaan dan melanggar hukum.

Pasal 62 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika menyebutkan bahwa seseorang yang memiliki dan/atau membawa psikotropika tanpa hak dapat dipidana penjara paling lama 5 tahun dan dan pidana denda paling banyak Rp 100 juta.

Selain itu, Dumolid juga mempunyai efek ketergantungan yang bertahan lama. Saat seorang pengguna Dumolid berhenti menggunakannya, akan timbul perasaan cemas yang akut, demam, kesulitan tidur, hingga perasaan tak nyaman, seperti jantung berdebar atau peningkatan tekanan darah.

Source: Fitness For Men

Pusing mikirin playlist? Mending dengerin 87.6 Hard Rock FM di sini! Atau bisa dowload aplikasinya di iOS dan Google Play Store.

Baca juga:
Katy Perry dinner romantis bareng Robert Pattinson
Ini daftar artis yang akan tampil dalam MTV VMA 2017!
Rihanna pamer payudara dan rambut biru di Barbados

Facebook Comment