Cewek cantik pemburu medali di Asian Games 2018

6012

Ajang olahraga terakbar di Asia, Asian Games 2018, akan dimulai kurang lebih sepekan lagi tepatnya pada 18 Agustus 2018. Pembukaan acara Asian Games 2018 ini dilaksanakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Untuk kedua kalinya Indonesia sebagai tuan rumah dan tentunya akan menjadi sorotan besar dari wilayah Asia ini, karena pertama kalinya dalam sejarah, lokasi pelaksanaan lomba olahraga Asian Games akan dilaksanakan pada dua tempat pusat, yaitu di Jakarta dan Palembang. 

Terdapat beberapa cabang yang memungkinkan Indonesia mempunyai peluang untuk mendapatkan medali emas di Asian Games 2018. 

Indonesia menurunkan atlet terbaik untuk meraih hasil sempurna di Asian Games 2018 ini.

Meski diwarnai beberapa kontroversi, namun beberapa atlet Indonesia sukses memberikan prestasi yang membanggakan.

Tak terkecuali beberapa atlet wanita yang membuat meleleh karena kecantikannya.

Penasaran siapa saja mereka Hard Rockers?

Dellie Threesyadinda

Salah satu atlet panahan nasional Indonesia. Srikandi cantik ini mulai belajar memanah sejak umur 7 tahun. Biasa di panggil Dinda, lahir di Surabaya 12 Mei 1990.

Bakat memanahnya turun dari sang ibunda, Lilies Handayani, pemanah legendaris peraih medali perak pada Olimpiade tahun 1988.

Pada tahun 2012, Dinda berhasil merebut 2 medali emas. Selain itu, satu tahun kemudian tepatnya pada tahun SEA Games 2013, Dinda berhasil meraih 1 medali emas dan 1 medali perak.

Lindswell Kwok

Srikandi berwajah manis yang merupakan atlet wushu Indonesia ini menyumbang emas untuk Indonesia di ajang Sea Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Sejumlah prestasi pun berhasil ditorehkan atlet kelahiran Medan, 24 September 1991 ini. Pencapaian yang lainnya adalah berhasil mempertahankan gelar juara dunia dengan mendapat medali emas di ajang Kejuaraan Dunia Wushu 2017 di Rusia.

Lindswell akan kembali menjadi perwakilan Indonesia untuk Asian Games 2018. Presiden Jokowi pernah memuji dan mengunggah foto cewek asal medan ini lho di laman Facebook resminya setelah mearih emas Sea Games 2017.

Nandita Ayu Salsabila

Bakat Ayu di dunia olahraga bukan hal yang mengejutkan. Wanita kelahiran 12 Juli 1997 itu merupakan anak dari dua atlet Indonesia. Ayahnya adalah Sudirman, eks kapten Timnas sepak bola Indonesia. Sedangkan ibunya adalah Tri Wahyuni, mantan pemain Timnas voli Indonesia.

Ia ikut membawa timnya menjadi runner-up di tahun pertamanya di Jakarta Pertamina Energy (JPE). Di tahun 2018 ini, ia berhasil tampil gemilang dan membawa JPE menjadi juara Proliga 2018. Tak hanya itu, ia berhasil menyabet gelar pemain terbaik atau MVP.

Penampilan gemilang Ayu juga membuatnya dipanggil masuk Timnas Indonesia untuk Asian Games 2018.  “Saya inginnya tembus empat besar dulu di Asian Games 2018,” kata Nandita soal target di Asian Games 2018.

Sharon Adelina Liman Santoso

Sharon seorang atlet boling Indonesia. Ia dilahirkan pada 24 Oktober 1981. Pada ajang SEA Games 2017 Malaysia, Sharon berhasil membawa pulang emas bagi Indonesia dalam cabang olahraga boling. Bersama pasangannya, Tanya Roumimpier, ia berhasil menjuarai nomor double putri di Sun Way Pyramid Boling Centre Kuala Lumpur, Malaysia, saat itu.

Sebelumnya, di Asian Games 2014, Sharon hanya berhasil menduduki peringkat kelima dengan total angka 1659 yang berlangsung di Anyang Hogye Gymnasium, Incheon. Tahun ini, saatnya ia meraih medali, apalagi main di rumah sendiri.

Tannya Roumimper

Gadis cantik ini akan mewakili Indonesia pada cabang olahraga boling di Asian Games 2018.

Peboling asal Bandung ini kerap kali mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional. Tannya pernah memenangkan medali perunggu di Kejuaraan Dunia Boling 2017 di Las Vegas, Amerika Serikat, dilansir dari Instagram @kemenpora

Tannya juga berhasil menyabet medali perak di Kejuaraan Permainan Indoor dan Seni Bela Diri 2017 di Ashgabat, Turkmenistan.

Selain itu, cewek kelahiran 10 November 1990 ini juga berhasil membawa pulang medali emas Sea Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Srunita Sari Sukatendel

Srikandi cantik ini adalah atlet karate perempuan berprestasi yang telah menyabet banyak medali emas. Salah satu prestasinya paling gemilang yakni menjadi juara pertama Sea Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Perempuan kelahiran 28 Agustus 1992 ini memang besar di tengah keluarga karateka. Ayah dan adiknya bergelut di bidang yang sama. Perempuan yang kerap disapa Sari ini mengawali kariernya dari dojo, tempat latihan sederhana yang berada di kampung halamannya.

Sari akan kembali menjadi perwakilan Indonesia untuk Asian Games 2018 cabang olahraga karate.

Ceyco Georgia

Ini adalah Asian Games pertama bagi karateka muda, Ceyco Georgia, 19 tahun. Meski masih belia, Ceyco akan menjadi andalan Indonesia karena prestasi yang sudah ditorehkannya dalam beberapa tahun terakhir.

Ceyco menyabet gelar juara untuk kategori junior saat beraksi di Kejuaraan Asia Karate (AKF) 2014 di Malaysia. Prestasinya berlanjut dengan memenangi Kejuaraan Dunia Karate (WKF) 2015 di Indonesia.

Punya darah karate dari tante dan kakak laki-lakinya, Ceyco kini bertekad mengharumkan nama Indonesia di level internasional lewat cabang olahraga karate.

Ia siap membidik medali emas di Asian Games 2018. Tekadnya makin membara lantaran sebelumnya tak bisa mengikuti SEA Games 2017 di Malaysia lantaran belum memenuhi kriteria usia.

[teks Faradilla Maharani | foto sisidunia.com, traveldetik.com, IDN Times, instagram.com]

 

Facebook Comment