Hati dan Paru-Paru

35
0

Bisa jadi 26 Februari 2021 akan merupakan tanggal bersejarah bagi dunia musik Indonesia di tahun-tahun mendatang, karena di hari itu beredarlah single perdana dari sebuah band baru yang patut diperhitungkan, yaitu Lomba Sihir.

Dirilis oleh Sun Eater di platform-platform musik digital, “Hati dan Paru-Paru” menjadi perkenalan pertama dengan band asal Jakarta ini yang terdiri musisi-musisi yang namanya bersinar dalam beberapa tahun terakhir, yakni Baskara Putra alias Hindia (vokal), Natasha Udu (vokal), Rayhan Noor (gitar, vokal), Wisnu Ikhsantama (bas, vokal), Tristan Juliano (kibor, vokal) dan Enrico Octaviano (drum).

Selain tersedia di platform-platform musik digital, “Hati dan Paru-Paru” juga akan hadir dalam bentuk videoklip yang disutradarai sekaligus dibintangi oleh penyiar radio dan pemandu siniar ternama, Iyas Lawrence. Videoklip “Hati dan Paru-Paru” mulai tayang pada tanggal 26 Februari pukul 16:00 WIB di kanal YouTube Lomba Sihir.

Dengan balutan musik pop ’80-an yang enteng dan mudah dicerna, “Hati dan Paru-Paru” mungkin akan mengagetkan bagi pendengar yang sudah akrab dengan musik bising yang biasa dibawakan oleh Baskara bersama .Feast, Rayhan dan Tama bersama Glaskaca, maupun Rayhan dan Enrico di Martials.

Cerita Lomba Sihir sendiri bermula di pertengahan tahun 2019 atas inisiatif Baskara yang mengajak Tama, Enrico, Tristan, Udu dan Rayhan untuk menjadi band pengiring Hindia di panggung setelah sebagian besar di antara mereka juga terlibat di proses rekaman album Menari dengan Bayangan.

Seiring berjalannya waktu, Lomba Sihir berkembang menjadi band yang sesungguhnya dengan kontribusi merata dari semua anggota dalam proses pembuatan musiknya. Menurut Tama, yang juga adalah produser yang menangani albumnya .Feast dan Reality Club, “Latar belakang orangnya beda-beda, jadi sentuhan personalnya masing-masing yang bikin musiknya jadi kayak begini. Semuanya juga keluar dari kebiasaannya.”

In case you missed it