Tetap Cinta

70
0

Secara mengagetkan Komposer senior Ria Prawiro yang selama ini terbiasa menggandeng berbagai diva untuk kerjasama, seperti Vina Panduwinata atau Ruth Sahanaya, kali ini – merangkul singer belia, untuk mengekplor karya terbarunya. “Namanya Mark Pattie, male singer berusia 22 tahun yang memiliki timbre vocal sangat kekinian,” ungkap Ria.

Tetap Cinta” adalah lagu awal dari trilogi karya Ria yang akan dinyanyikan Mark Pattie. “Saya tertantang untuk menyanyi dan menaklukkan genre Pop Illustratif. Agak berat memang, karena generasi seusia saya dalam keseharian sudah terlanjur akrab dengan R&B,” demikian Mark yang juga  mengaku menikmati proses saja, ketika wajib meninggalkan zona nyaman. Mark selama ini dikenal sebagai alumnus The Voice Indonesia, sebuah ajang pencarian bakat menyanyi besutan Global TV.

Untuk menggali enerji dan cita rasa musik muda, Ria mendapuk Gihon Lohanda – yang masih muda tapi sudah menjadi dosen pula –  dengan mata kuliah ; major Musik di Universitas Pelita Harapan, Jakarta. “Saya terima tantangan mama Ria, untuk mewujudkan tata musik yang light meski tetap dengan lekukan string dan mengarah ke Adult Contemporary,” ujar Gihon yang kini menjadi Music’s soulmate Ria Prawiro – setelah kerjasama berjiwa ‘Ria Prawiro – Dodo Zakaria’ terhenti, karena belasan tahun lalu Dodo lebih dahulu menghadap sang Illahi. Ria yang dikenal perfeksionis sudah mendapatkan Gihon Lohanda – pasangan musical yang sepadan rupanya. Tentang Mark Pattie, Gihon punya catatan khusus di bawah ini.

“Untuk Singer dengan usia yang masih di bawah 25 tahun, Mark Pattie sudah memiliki kematangan dalam merepresentasikan sebuah karya lagu. Improvisasinya ekspresif, sejuk dan nyaman,” puji Gihon. Sedangkan sang pemilik lagu berkomentar begini “Coba simak humming vocal Mark di akhir lagu, hanya Singer dengan high self confidence dan teknik vocal yang terjaga, yang bisa menaklukannya,” puji Ria Prawiro.

Mark yang merupakan putra dari musisi senior Buce Pattie pun lantas berjanji untuk tetap humble dan rendah hati, jika suatu saat popularitas diri dan karyanya sudah terbang setinggi Glenn Fredly, Andmesh Kamaleng dan beberapa nama kondang musisi Indonesia timur lainnya.

In case you missed it