Nicholas Saputra on Soundtraxx

1656
0
nicholas-saputra

 

Yap, Nico hadir sebagai narasumber di program Soundtraxx pada Selasa (4/12) lalu. Kedatangannya ini banyak membawa cerita dari semua film besar yang pernah ia mainkan. Mulai dari Ada Apa Dengan Cinta (AADC) hingga filmnya yang akan rilis berjudul What They Don’t Talk About When They Talk About Love. Dimulai dulu ya dari AADC. “Jelas banget kalau AADC sangat mengubah dirinya dan beberapa temennya yang baru pertama kali main film. Tidak pernah terduga kalau film AADC akan menjadi sebesar itu, bahkan dari dulu sampai sekarang. Cukup kaget lah, saat itu gue juga masih sekolah tapi sudah mendapat apresiasi dari banyak orang,” ucap Nico.

Setelah 12 tahun film AADC, pemeran Rangga ini justru merasa kalau film Gie adalah film yang banyak menginspirasi untuk dirinya. Sebagai pemain film, Nico cukup jeli dalam memilih peran. “Gue bukan memilih apa tokohnya, tapi bagaimana tokohnya. Kalau Cuma sekedar jadi orang gila, yaudahlah. Tapi gimana jadi orang gila itu yang kadang menarik,” jelas Nico. Berkat film terbarunya Postcard From The Zoo yang dirilis pada awal tahun 2012, Nico berkesempatan hadir dalam pemutaran perdana dunia di Berlinale Festival 2012. Film ini diputar terbatas di Indonesia. “Gimana ya?! Produser dan director film ini (red – Postcard From The Zoo) tidak mau ada sensor,” kata Nico. Film yang disutradarai Edwin ini juga berhasil masuk dalam kompertisi lainnya seperti Tribecca Festival di New York dan festival lainnya di Eropa dan Amerika Selatan. Menurut Nico, Edwin salah satu sutradara yang akan bersinar di masa depan perfilman Indonesia.

Ditengah kesibukkan Nico dengan solo travellingnya, ia juga sedang menggarap film terbarunya yang berjudul What They Don’t Talk About When They Talk About Love. “Spoiler dikit aja nih yaa… Settingan ceritanya itu terjadi di sebuah sekolah luar biasa untuk tuna netra. Mulai dari cerita cinta hingga cerita menarik lainnya yang terjadi di situ. Dan dalam film itu gue berperan sebagai orang yang bisu tuli. Tantangan baru lagi buat gue. Dalam seminggu, gue harus ke sekolah tuna rungu untuk belajar bagaimana cara berkomunikasi dan sedikit bahasa isyarat. Film ini juga akan diputar world premiere di Sundance Film Festival 2013 lho,” jelas Nico.

Berbagai film berkualitas berhasil membawa nama Nico hingga perfilman internasional. So proud of you!