Masihkah Kita Ber-Bhineka Tunggal Ika

2589
mural-bhineka-tunggal-ika-311

Coach Rene bersama Bayu Oktara dan Ary Kirana, kedatangan teman – teman dari @SabangMeraukeID mereka adalah para alumnus dari gerakan Indonesia Mengajar yang merantau ke seluruh dunia dan belajar sekaligus menjadi minoritas untuk menyadari banyak hal, salah satunya adalah bahwa Indonesia ternyata tidak se-toleran seperti yang kita tahu. Justru di luar sana, di tempat atau negara yang dianggap tidak toleran, mereka menemukan hal yang sebaliknya, dan itu cukup untuk membuat kita bilang “wow!”

Untuk membesarkan gerakan dari @SabangMeraukeID ini, mereka punya pilot project pada bulan Juni-Juli akan dilaksanakan program pertukaran pelajar remaja dari berbagai daerah di Indonesia. Jadi nanti pelajar SMP dari berbagai daerah akan dibawa ke Jakarta untuk merasakan keberagaman dan tentunya penanaman ilmu keberagaman. Harapannya adalah semakin banyak anak – anak Indonesia memahami dan menerapkan sikap toleransi akan keberagaman secara baik, benar dan keberlanjutan.

 

Namun ada saja problem yang dihadapi oleh @SabangMeraukeID, selain tentunya sumber daya berupa orang, dokumentasi dan yang klise namun real, adalah budget atau dana, dimana setiap anak diperlukan “beasiswa” sebesar 10-15jt. Beruntung hari itu hadir mas Hananto seorang owner dari sebuah platform crowd funding online www.wujudkan.com, dimana semua orang bisa patungan secara online atas suatu proyek kreatif yang bisa menginspirasi banyak orang. Sebagai contoh adalah proyek film yang diproduseri Mira Lesmana, Atambua 39 Derajat Celcius.

Tertarik untuk mendukung program ini? Hard Rockers bisa dengan mulai follow @SabangMeraukeID atau klik www.sabangmerauke.org dan lihat apa yang bisa kita lakukan bersama untuk keberagaman Indonesia.