#ProvocActive: Ngobrolin Politik

1526
hrfm politik-pemahamandemokrasiyangkeliru

Ngobrolin politik Indonesia? Sebagian orang ada yang seneng banget tapi gak sedikit juga yang males banget ngomongin hal ini. Provocative Proactive edisi 24 Juli 2014 lalu, Adriano Qalbi mengajak Hard Rockers untuk ngomongin tentang Rapor Calon Pemimpin Indonesia 2014 bareng Rocky Gerung dan Tabloid Tomatoes supaya nggak salah pilih saat pemilu nantinya.

Ada sejumlah nama yang “rapor” nya diulas di tabloid yang memiliki tagline yang unik banget “Yang Sensi Jangan Baca!”. IR, PRBW, MGWT, ARB, FA dan WRNT jadi nama-nama bakal calon presiden yang “nilai rapor” nya dibahas di tabloid ini dari mulai yang nilai paling bagus sampai nilai paling jelek. Ada yang mata pelajaran matematikanya jelek karena menjual aset-aset penting negara ke pihak asing, ada yang nilai seni musiknya paling bagus karena … ah udah pasti tahu kan ya. Semuanya dibahas tuntas di Tabloid Tomatoes.

Ngomong-ngomong soal calon presiden, pakar filsafat politik Rocky Gerung yang jadi kontributor Tabloid Tomatoes juga banyak memberikan tanggapan perihal hal tersebut. Menurutnya, calon pemimpin Indonesia punya banyak cara menipu yang masuk akal. Jadi itulah kenapa harus banget mencari tau siapa sih calon pemimpin Indonesia nantinya yang benar-benar bisa memimpin negara ini.

Dengan sistem demokrasi yang dianut negara ini, harusnya demokrasi Indonesia berada di atas rata-rata kecerdasan rakyatnya, pemerintahan akal melalui pemerintahan rakyat sesuai dengan jumlah dan kualitas IQ yang dimiliki nya. Jangan pilih calon pemimpin yang lidahnya justru lebih panjang dari akalnya. Begitu kira-kira yang disampaikan pria pecinta musik blues yang jago banget bermain kata untuk menunjukan kondisi politik di Indonesia saat ini. Politik itu ilmu/seni tertinggi dalam bermasyarakat, hanya dalam politiklah bisa menghasilkan keadilan dan harusnya tugas politik mendistribusikan keadilan yang benar. Tapi nyatanya? Bisa dilihat sendiri kan.

Partai politik sebagai wadah dari bakal calon tersebut harusnya mengajarkan untuk lebih mengetahui arti penting dan etika berpolitik itu sendiri, bukan bagaimana mengajarkan cara mengeruk APBN yang ada.

Jadi, ada banyak alasan untuk melihat seberapa kompetennya orang-orang yang mencalonkan dirinya untuk jadi pemimpin bangsa ini selain pribadinya, lihat juga asal usulnya (dalam hal ini partai yang membawahinya kalau memang dicalonkan dari partai tertentu). Nggak mudah, nggak gampang. 

Sebagai pemilih juga harus selektif, nggak cuma milih pasangan hidup aja, memilih pemimpin pun harusnya begitu supaya nggak menyesal nantinya.

Dengerin terus Provocative Proactive setiap Rabu jam 9 malam hanya di 87,6 Hardrock FM.