Rudi Wowor Di SOUNDTRAXX

1452
soundtraxx rudi

Tua-tua keladi, kayaknya julukan itu pas banget untuk pria bernama lengkap Rudolf Canesius Soemolang Wowor atau yang biasa disapa Rudi Wowor. Rian Ibram, penyiar Soundtraxx hari Kamis, 13 Februari 2014 pun sampai terkagum-kagum karena berkesempatan ngobrol bareng pria 70 tahun tahun yang menguasai tujuh bahasa asing ini.

Dari mulai ngobrol-ngobrol tentang film yang pernah dibintanginya dari tahun 1966, hingga 2013 seperti, Onder de Bomen (1966), Tjoet Nja’ Dhien (1988), Madame Dasima (2001), D’Girlz Begins (2006), Quickie Express (2007), Ayat-Ayat Cinta (2008), Merah Putih (2009), Darah Garuda (2010) dan Java Heat (2013) sampai bercerita pengalamannya berkeliling dunia untuk berkarya. Om Rudi sapaan akrabnya yang juga seorang penari ini, memang punya segudang hal-hal seru dalam hidupnya.

Pria yang hobby bercerita ini juga sempat berkisah di sela-sela break siaran, kalau ia dulu pecinta fotografi, “kalau dulu, saya masih pakai roll film, kalau sekarang yang seperti itu udah jarang ya”, katanya. Walaupun sudah malang melintang di dunia hiburan puluhan tahun lamanya, om Rudi ternyata pernah membuka usaha bisnis restoran, namun gagal karena sempat ditipu. Walaupun begitu, hal itu nggak jadi alasan untuk berhenti melakukan hal-hal baru.

Dalam waktu dekat ini, om Rudi akan mengadakan pertunjukan tari Flamenco yang dibuka untuk umum, “tapi sekarang masih dalam proses latihan, nanti siapa saja boleh nonton kok“, begitu katanya. Oh ya, om Rudi ternyata juga punya pesan penting untuk Hard Rockers di akhir siarannya tadi malam.

“Ekspresikan dirimu, kalau sedih, sedihlah. Tapi jangan lama! Kalau marah, marah lah. Tapi jangan lama! Kalau kesel, kesel lah, tapi sebentar! and go on with your life…”