Seru-seruan Explore Nusantara Belitung bersama penyiar, David John Schaap, dan Riyanni Djangkaru

1986
0

Rumah Ahok dan Museum Laskar Pelangi
Hari ketiga, kami menuju Belitung Timur. Tidak lagi wisata pantai. Hari ini lebih pada wisata historis. Butuh waktu lama, sekitar 2 jam, untuk sampai Belitung Timur. Di sana, kami mengunjungi replika SD Laskar Pelangi (SD Muhammadiyah Gantong). Kami dapat melihat kondisi sekolah yang jauh dari kata layak.

Dari sini kami mendapat pelajaran untuk selalu bersyukur atas apa yang didapat dan jangan menyia-siakan kesempatan belajar, karena banyak orang memiliki semangat belajar tinggi, namun tidak mendapat fasilitas belajar yang baik.

Kondisi kelas SD Muhammadiyah Gantong
Kondisi kelas SD Muhammadiyah Gantong

Setelah itu, kami berkunjung ke Museum Laskar Pelangi (Museum Kata Andrea Hirata). Sebenarnya museum ini sedang direnovasi, sehingga kami hanya bisa melihat dari luar.

Museum ini dikelilingi tembok berwarna-warni. Di sebelah museum terdapat kedai kopi asli Belitung.

Dari situ, kami melanjutkan perjalanan ke Rumah Ahok, yang di dalamnya terdapat Rumah Batik Belitung. Rumah Ahok megah dan masih ditempati keluarga Ahok saat berkunjung ke Belitung.

Peserta harus melewati 86 anak tangga jika ingin ke Vihara Dewi Kwan Im
Peserta harus melewati 86 anak tangga jika ingin ke Vihara Dewi Kwan Im

Selanjutnya, kami berkunjung ke Vihara Dewi Kwan Im, vihara tertua dan terbesar di Pulau Belitung. Untuk memasuki vihara, kami harus menaiki 86 anak tangga. Konon, jika bersembahyang dan berdoa di Vihara ini, permohonan akan terkabulkan.

Di sekitar vihara, terdapat Gunung Burung Mandi, yang berada persis di belakang vihara. Kami pun bersantai dan beristirahat sejenak di sini sebelum melanjutkan trip #ExploreNusantara ke Kampung Dedaun untuk makan malam. Band pengiring menyambut kedatangan kami. Bahkan, beberapa penyiar dan peserta unjuk kebolehan menghibur kami semua.

Hari terakhir, objek wisata yang kami datangi adalah Danau Kaolin. Danau yang memiliki daratan berwarna putih dan air berwarna biru muda ini bukan terbentuk dari kawah gunung, melainkan bekas penambangan kaolin yang dibiarkan begitu saja. Namun, alam pun menyempurnakan pesonanya.

Di sekeliling danau, banyak tumpukkan-tumpukkan tanah bekas penambangan kaolin. Walaupun, terbentuk dari hasil tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab, namun alam seolah memperbaikinya dan membuat tempat ini menjadi mempesona.

Peserta Explore Nusantara foto bersama dengan latar belakang Danau Kaolin
Peserta Explore Nusantara foto bersama dengan latar belakang Danau Kaolin

Sebelum menuju ke bandara untuk kembali ke Jakarta, kami menikmati mie atep dan es jeruk kunci, yang merupakan makanan khas Belitung. Kalian harus mencobanya kalau ke Belitung!

Pesona Belitung memang membuat kami tidak bisa melupakannya begitu saja. Alam dan keceriaan yang tercipta di sana, selalu melekat menjadi kenangan yang manis. Terima kasih Pesona Indonesia, yang sudah membuat kami semakin mencintai Indonesia.

[teks Sekar Retno Ayu | foto Sekar Retno Ayu]