Terkena darah John Lennon, kemeja putih ini terjual dengan harga fantastis!

1313
0
John Lennon
billboard.com

Kemeja putih dengan bercak noda darah dari Sang Legenda The Beatles, John Lennon telah terjual lebih dari £31.000 di rumah lelang, dari perkiraan harga yang hanya mencapai £7.000.

Pemiliknya adalah Jay Hastings, ia mengatakan kalau kemeja putih tersebut adalah seragamnya ketika bekerja di The Dakota, apartemen tempat tinggal John Lennon di New York.

Noda darah tersebut mengenai kemeja putih Jay ketika John Lennon ditembak oleh Mark Chapman. Saat itu, John Lennon dan istrinya, Yoko Ono sedang berjalan masuk ke apartemennya di The Dakota.

Darah tersebut langsung mengenai bagian dada dan lengan Jay yang kemudian langsung ditutupi jas.

white shirt
Kemeja putih milih Jay Hastings | mirror.co.uk

Dilansir dari Daily Mirror, Jay memang sengaja menyimpan kemeja itu selama bertahun-tahun tanpa membicarakannya pada orang lain.

Namun, saat dirinya semakin tua, Hastings merasa ini sudah waktunya untuk menjual kemeja tersebut.

Dalam pelelangan yang dilaksanakan di rumah lelang Heritage Auctions, Hastings tidak hanya menjual kemeja tersebut, namun juga beberapa barang.

copy album
Copy album Double Fantasy | mirror.co.uk

Ada sebuah copy album Double Fantasy yang sudah ditandatangani, ‘To Jay, Love John Lennon Yoko Ono’.

Selain itu, kartu Thanksgiving dari keluarga Lennon yang diberikan pada Hastings pada 1978, terdapat pesan dan tanda tangan dari John Lennon, Yoko Ono, dan Sean.

Serta sepucuk surat yang ditulis Yoko Ono, 2 minggu setelah kematian John Lennon. Berisi tentang ucapan terima kasihnya kepada para staff yang sudah membantu menyelamatkan suaminya.

Surat tersebut dimasukkan ke dalam amplop aslinya bertuliskan ‘Jay Hastings’ di depannya.

Jay Hastings sudah bertahun-tahun menjaga kemeja ini dan tidak pernah berterus terang kepada siapapun. Kemeja ini terus bertahan di dalam laci pakaian Jay. Ketika sudah merasa tua, Jay akhirnya memutuskan untuk menjualnya,” ujar Garry Schrum, pimpinan dari rumah lelang Heritage Auctions.

Meskipun banyak yang berpikir bahwa Jay telah mengeksploitasi kematian John Lennon, Garry menilai ini adalah bagian dari sejarah kalau Jay pernah membantu Sang Legenda di menit-menit akhir hidupnya.

[teks Rashed Hannan | foto billboard.com & mirror.co.uk]