Pasangan lo gila kerja? Ini cara menanganinya!

949
0

Kami mengerti bahwa menjalin hubungan dengan pasangan yang gila kerja, alias workaholic, memang tidak mudah. Jika kamu tidak pengertian dan tidak sabar, menjaga hubungan dengan si dia pasti akan menjadi semakin sulit! Ini dia beberapa tips agar koneksi kamu dengan sang pasangan tidak renggang.

1. Jangan mencoba untuk mengubahnya

First things first: cobalah untuk mengerti alasan di balik sifat workaholic-nya. Saat kamu menjalankan hubungan dengan seorang pria yang gila kerja, kamu sebaiknya paham bahwa pekerjaan adalah salah satu prioritas tertinggi untuknya.

Jika kamu terus mencoba untuk mengubah sifat tersebut, kamu hanya akan kecewa dan membuat hubungan semakin renggang. Terimalah dia apa adanya, namun jangan lupa untuk membuat perjanjian agar ia dapat membagi waktu dengan lebih baik.

2. Ketahui jadwalnya

Saat ia bekerja hingga larut malam atau membatalkan kencan karena meeting mendadak, wajar saja bila kamu kesal. So, satu hal yang bisa membangun kepercayaan antara satu sama lain adalah dengan sharing jadwal!

Kamu jadi bisa mengatur quality time dengan lebih mudah, kan? Ini tidak berarti kamu harus mengecek keberadaan si dia setiap jam, lho, cukup dengan mengetahui tanggal-tanggal penting atau deadline yang dihadapinya di minggu tersebut, kamu pun bisa menghargai waktunya dan tidak insecure saat ia tidak sempat membalas chat.

3. Nikmati waktu bersama

Sebelum berkencan, ingatkan si dia untuk membereskan pekerjaan dahulu agar ia tidak terus mengecek handphone-nya bersama kamu. Lalu, tentukan tipe kencan yang cocok untuk momen tersebut – apakah ia sedang ingin melepas penat dengan menikmati whisky di bar, atau lebih memilih untuk bersantai di rumah dan menonton seri Netflix bersama?

Apapun ide kencannya, buatlah momen tersebut mengesankan! Dengan begitu, ia pun akan selalu menanti-nanti hari kencan dan semakin menghargai usaha kamu untuk membahagiakannya.

Bila ia tetap berusaha untuk membagi waktu dan menunjukkan apresiasinya untukmu, then he’s worth it. Namun jika sang pasangan tidak pernah mengeluarkan extra effort untuk membahagiakan kamu dan tidak pernah menjadikan hubungannya prioritas, apakah kamu mau terus membuang waktu untuk memenangkan hatinya?

(Image: doc. Anna Bizoń / 123RF.com)

Source: Cosmopolitan Indonesia