Twitter Izinkan Iklan Ganja di Sejumlah Negara

318
Twitter Izinkan Iklan Ganja di Sejumlah Negara

Hard Rockers, Twitter baru saja mengizinkan iklan ganja di sejumlah negara yang sudah ditentukan setelah pelonggaran aturan.

Sebelumnya, perusahaan hanya mengizinkan iklan dengan tema Cannabinoid (CBD) yang menargetkan beberapa pengguna AS. Sekarang, iklan ganja bisa beredar di sejumlah negara yang ditentukan.

Twitter Izinkan Iklan Ganja di Sejumlah Negara
“Mulai hari ini, di negara bagian AS tertentu kami telah mengambil langkah-langkah untuk melonggarkan kebijakan Iklan Ganja kami guna menciptakan lebih banyak peluang untuk pemasaran ganja yang bertanggung jawab,” tulis Twitter dalam postingan blog.

Dengan kelonggaran kebijakan itu, Twitter akan mengizinkan lebih banyak iklan ganja daripada platform lain seperti Facebook, Instagram, dan TikTok.

Nantinta pada medsos di bawah naungan Meta, pengiklan dapat mempromosikan produk seputar ganja dengan batasan penargetan geografis dan konten. Namun, produk Tetrahydrocannabinol (THC) dan CBD tidak diizinkan.

Twitter Izinkan Iklan Ganja di Sejumlah Negara

“Ke depan, Twitter memungkinkan pengiklan untuk mempromosikan preferensi merek dan konten informasi terkait ganja untuk CBD, THC, dan produk dan layanan terkait ganja,” kata perusahaan.

Walaupun begitu, pengiklan ganja di Twitter masih harus mengikuti pedoman tertentu untuk mempromosikan produk mereka.

Baca Juga: Fitur Live Shopping di Instagram Akan Disuntik Mati Maret 2023

Syarat pengiklan mempromosikan ganja ialah harus disetujui oleh Twitter dan hanya dapat menargetkan pengguna di lokasi tempat mereka memiliki izin. Artinya, tidak berlaku di negara-negara yang masih melarang peredaran ganja seperti Indonesia.

Lebih lanjut, iklan tidak boleh mempromosikan atau menawarkan penjualan ganja, dengan beberapa pengecualian untuk beberapa produk CBD topikal.

Selanjutnya pengiklan tidak dapat menargetkan pengguna di bawah 21 tahun dan tidak dapat menargetkan atau menarik minat anak di bawah umur.

Melansir dari The Verge, Twitter juga mengatakan iklan tidak boleh menggambarkan penggunaan ganja atau membuat klaim kemanjuran dan kesehatan.

Bagaimana tanggapan lo soal kebijakan baru Twitter yang mengizinkan penjualan ganja di sejumlah negara?

LEAVE A REPLY