The Theory of Everything

1121
0
the theory of everything

Anda pasti kenal dengan Stephen Hawking. Ilmuwan fisika ini memang kontroversial, sekaligus cerdas luar biasa. Kecerdasan itu berpadu dengan imajinasi yang tinggi, dan menghasilkan rumus-rumus yang magnificent semacam Theory of Everything, misalnya, [Teori Segala Sesuatu].

Saking rumitnya jalan pikiran Hawking, banyak orang menyalahartikan teori ini sebagai teori yang mengadakan Tuhan. Padahal, Teori Segala Sesuatu adalah sebuah teori tunggal tentang gabungan empat gaya dasar alam semesta: gaya elektromagnet, gaya gravitasi, gaya nuklir lemah, dan gaya nuklir kuat.

Mekanika kuantum hanya dapat menyatukan tiga gaya, yakni elektromagnet, nuklir lemah, dan nuklir kuat. Sayangnya, gravitasi masih berdiri sendiri. Dan bila gravitasi dapat bergabung dengan mekanika kuantum, maka itulah yang disebut Teori Segala Sesuatu. Yang membuat kita dapat jauh lebih memahami mengenai segala sesuatu di alam semesta.

Sayangnya, hingga kini gravitasi tak dapat digabungkan dan teori itu belumlah final.  Maka, kita tak pernah tahu apa awal [dan akhir] dari segala sesuatu ini? Tapi, mungkin kita bisa menilik “segala sesuatu” dari kehidupan Stephen Hawking.

Anda berpikir kalau Hawking adalah sesosok nerd yang dingin dan kaku? Hormon jatuh cinta, mungkin tidak pernah hadir dalam dirinya. Tapi, Anda salah besar. Karena, sebagai manusia, Hawking pun pernah dan telah jatuh cinta. Dan seperti ilmuwan lainnya, Hawking pun bersetia hanya kepada Jane Hawking. 

Mungkin kalau untuk Anda yang suka dengan science-fiction, Anda akan bosan dengan film ini. Kendati film ini menyinggung tentang pemikiran-pemikiran Hawking, termasuk Teori Segala Sesuatu, tetapi nuansanya kental dengan asmara. Namun bagi Anda penyuka film romance yang lebih “berbobot” dengan pengambilan gambar yang apik, film ini memang layak tonton.  « [teks@intankirana | foto IMDB]