Anies Baswedan Bicara Hari Pendidikan Nasional

885
0
pp2

Menjelang hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei 2012, hari ini, Provocative Proactive mengundang Anies Baswedan dan Dani seorang guru dari Indonesia Mengajar.

Membuka topik “Menurut Hard Rockers, apa sih masalah utama pendidikan di Indonesia”. Pada tahun 1945, tingkat pendidikan di Indonesia dilihat dari tingkat baca tulis. Di masa itu, hanya sebesar 5% penduduk yang sudah mampu baca-tulis. Namun, mampu menghasilkan kemerdekaan. Sedangkan saat ini, tingkat baca-tulis sudah mencapai hingga 92%, tapi apa hasilnya buat Indonesia. Sebagai praktisi dan concern dengan masalah pendidikan Indonesia, Anies Baswedan juga angkat suara. “Jumlah orang terdidik masa itu (red- tahun 1945) tidak banyak, tapi dashyat betul bahkan diakui se-Asia Afrika. Negara-negara Koloni melihat Indonesia sebagai referensi. Itulah yang menjadi kehebatan bangsa,” ucap Anies. Bicara soal pendidikan, Direktur riset dari The Indonesian Institute ini juga mengutip ungkapan Bung Hatta pada bukunya yang ditulis pada tahun 1920-an, “Mendidik adalah memimpin dan memimpin adalah mendidik”. Basic education di Indonesia memang sudah lebih baik. Tidak banyak Negara seperti Indonesia dalam menjadikan bangsa yang sukses menjadi total literacy. Tingkat membaca dan menulis yang meningkat tidak diikuti dengan kualitas konten pendidikan. “Merayakan hari pendidikan nasional bukan lagi perlu membahas tingkat kelulusan atau pemerataan pendidikan. Kita perlu merubah mind-set bangsa untuk mulai memikirkan manusia Indonesia. Itulah aset utama terbesar Negara. Ketika bicara manusianya, pasti akan bicara pendidikan. Karena manusia yang terdidik dan tercerahkan akan menjadi kekuatan tersbesar,” ucap Anies.