Belanja Online Tanpa Cemas

798
hrfm tips online shopping

Belakangan online shopping bukan lagi jadi hal yang ‘aneh’. Nggak cuma produk-produk fashion, elektronik, kosmetik, kebutuhan rumah tangga bahkan ada pula online makanan. Tren ini didasari atas gaya hidup masyarakat kaum urban yang membutuhkan segala sesuatu yang praktis.

Belanja online yang melibatkan beberapa hal sensitif ini justru mengundang para penjahat dunia maya untuk merengguk keuntungan dari ‘hobby’ baru orang-orang kebanyakan. Menurut data survei dari Global Ipsos, tercatat ada 40 juta pembeli online di Indonesia tahun 2012 lalu dan diperkirakan jumlah tersebut akan meningkat sekitar 175 juta orang di tahun 2016.

Besarnya jumlah peminat belanja online ternyata seimbang dengan ‘minat’ para penjahat dunia maya untuk melancarkan aksi nya. Perusahaan software Norton, ternyata care akan kasus yang marak terjadi di internet ini dengan memberikan tips melakukan transaksi belanja online yang penting banget untuk diikuti.

1. Kurangi Transaksi Dengan Debit

Kenapa begitu? Karena, jika ternyata menjadi korban scam, perusahaan kartu kredit mungkin bisa membalikkan tuduhan jika dapat membuktikan kalau ternyata Hard Rockers memang korban penipuan. Tapi, kalau terlanjur bertransaksi dengan kartu debit, uang tersebut sudah hilang dan kecil kemungkinan akan kembali lagi.

2. Selektif Terhadap Email

Tanpa disadari pasti Hard Rockers pernah mengalami moment memasukan alamat e-mail ke website tertentu untuk masuk kesebuah situs, entah benar atau nggak, tanpa disadari juga pasti sering kali menerima e-mail yang masuk yang berisikan promo atau iklan-iklan yang menggiurkan. Jangan lantas percaya begitu aja. Mengabaikannya adalah cara yang baik.

3. Safe Your Identity

Maksudnya disini adalah melindungi identitas dengan baik di akun jejaring sosial agar terhindar dari pencurian identitas dan informasi yang kerap kali disalah gunakan.

4. Waspada Website Palsu

Ini penting nih, mengingat menjamurnya website belanja online di internet. Memperhatikan setiap detail website jadi salah satu pembuktian apakah website tersebut memang benar adanya. Selain itu, mengandalkan beberapa software juga bisa dilakukan. Beberapa software seperti yang dimiliki Norton (Norton Safe Web) berfungsi untuk memberitahu search engine seperti Google, Bing dan Yahoo bahwa laman yang sedang dikunjungi bukan sebuah website yang aman. Selain itu, mencari tanda berupa gambar gembok di baris status (status bar) browser adalah salah satu cara singkat mengetahui situs tersebut aman atau tidak.

Ketika diminta memasukkan informasi data, pastikan juga alamat situs web berubah dari http ke ‘shttp’ atau ‘https’, yang artinya informasi pembayaran itu dienkripsi.

Kalau sudah, gimana dengan belanjanya?

Setelah masuk ke situs yang dituju, perhatikan hal-hal penting dan sepertinyanya sepele, misalnya:

1. Memeriksa paket barang dengan membaca deskripsi produk baik-baik. Boleh banget lho curiga terhadap barang bermerek yang dijual dengan harga yang miring (jangan malah happy, siapa tau itu barang palsu atau ternyata tipu-tipu)

2. Sudah dapat barang yang diinginkan? Tenang dulu. Teliti lagi tahapan selanjutnya. Jika diminta untuk memasukan beberapa data seperti email, ID dan password, nomor kartu kredit dan hal penting lainnya, boleh banget kok curiga. Pasalnya penjahat cyber bisa menembus itu semua, untuk menghindari hal itu, saran nomor 4 diatas bisa digunakan. Kalau sudah yakin, baru deh bertransaksi.

Ribet ya? Nggak juga kok. Intinya teliti sebelum membeli. 

Sumber: tekno.kompas.com, techno.okezone.com