Hati-Hati Bersihkan Telinga

854
hrfm cotton bud

Hati-hati jika membersihkan telinga dengan menggunakan cotton bud, karena ternyata membersihkan telinga dengan menggunakan cotton bud bisa menyebabkan beberapa masalah seperti telinga berdenging atau kelumpuhan saraf di sekitar wajah.

Hal ini didapat dari penelitian yang dilakukan dokter spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT). Mereka mengakui bahwa sekitar 50 persen pasiennya memiliki masalah di telinga akibat terlalu sering menggunakan cotton bud untuk membersihkan bagian dalam telinga. Menurut Dr Ilaaf Darrat, spesialis THT dari Henry Ford Hospital, 97 persen kerusakan gendang telinga yang disebabkan oleh penggunaan yang tidak benar bisa sembuh sendiri dalam waktu rata-rata sekitar dua bulan untuk masalah seperti telinga berdengung atau tinnitus, namun jika mengalami kerusakan saraf, tindakan yang dilakukan adalah melalui operasi.

Sebetulnya saluran telinga secara otomatis bisa membersihkan bagiannya sendiri melalui lapisan kulit saluran telingan yang pindah dari gendang telinga ke telinga pembukaan luar. Kotoran telinga yang lama diangkut dari daerah yang lebih dalam dari saluran telinga menuju keluar, bentuknya kering dan berupa serpihan. Tapi bila kotoran telinga terlalu banyak, dan menutupi saluran telinga yang akhirnya mengganggu pendengaran, maka saat itulah kotoran telinga perlu dibersihkan.

Sebagian besar saluran telinga dapat membersihkan sendiri, dengan cara lapisan kulit saluran telinga bermigrasi dari gendang telinga ke telinga pembukaan luar.

Kebanyakan orang justru menggunakan cotton bud atau tetes telinga bila kotoran telinga terlalu keras. Tapi hal yang perlu diingat adalah, menggunakan cotton bud justru akan membuat kotoran akan semakin masuk ke dalam telinga.

Sebetulnya kotoran telinga punya fungsi melindungi telinga dari kerusakan dan infeksi sehingga tidak perlu terlalu sering dibersihkan. Untuk menjaga kesehatan serta kebersihan telinga, ada baiknya jika Anda mengunjungi dokter THT untuk membersihkan telinga setiap enam bulan sekali.

Sumber: wolipop.com, health.detik.com