Prompt Engineer, Profesi Baru dengan Gaji Sampai Rp4,5 M Per Tahun!

421
Prompt Engineer, Profesi Baru dengan Gaji Sampai Rp4,5 M Per Tahun!

Hard Rockers, kemajuan kecerdasaan AI ternyata menghasilkan profesi baru bernama prompt engineer dengan gaji sampai Rp4,5 miliar per tahun!

CEO Open AI, Sam Altman bilang kalau AI gak bakal menggusur pekerjaan sebanyak yang diprediksi oleh para ahli. Kehadiran AI dianggap memicu munculnya pekerjaan baru yang lebih baik.

Prompt Engineer, Profesi Baru dengan Gaji Sampai Rp4,5 M Per Tahun!

“Anda hanya perlu bergerak menuju masa depan, seperti lebih banyak hal yang akan terjadi,” kata dia, yang merupakan sosok di balik platform ChatGPT, di acara ‘Conversation with Sam Altman’, di Jakarta, Rabu (14/6).

Dalam sebuah unggahan di TikTok menyebut ada profesi baru bernama prompt engineer dengan gaji US$175 ribu hingga US$300 ribu atau sekitar Rp2,6 miliar hingga Rp4,5 miliar per tahun.

“Hadirin sekalian, ini sedang terjadi: ‘Prompt Engineer’ sekarang menjadi sebuah jabatan, dan gajinya antara 175 ribu hingga 300 ribu (dolar) per tahun,” kata akun TikTok @startingname dalam unggahannya.

Pekerja prompt engineer hanya perlu menghabiskan waktu dalam algoritma alias pekerjaan bergaji besar untuk orang-orang yang senang mengutak-atik AI generatif.

The New York Times mengatakan jika prompt engineering sebagai “keterampilan yang bisa ditambahkan ke resume oleh mereka yang bermain-main dengan ChatGPT cukup lama.”

Prompt Engineer, Profesi Baru dengan Gaji Sampai Rp4,5 M Per Tahun!

Di sisi lain The Washington Post menyebutnya sebagai “pekerjaan baru paling menarik di bidang teknologi.”

Pada dasarnya prompt engineering akan mengontrol sistem AI. Karena AI sering membuat kesalahan, baik gagal memahami query (pertanyaan, perintah) dengan benar atau gagal mengenali karena kurang spesifik, sehingga tidak memungkinkan untuk memberikan respons yang tepat.

Baca Juga: Netflix Buka Restoran, Hadirkan Koki dari Chef’s Table

Diketahui profesi Prompt Engineer, akan menghabiskan 8 jam per hari untuk menemukan kegagalan sistem untuk memahami query dan merancang cara agar sistem menghasilkan “respons yang tepat.”

Meski begitu, peran Prompt Engineer diprediksi bersifat sementara. Ini karena kerapuhan sistem AI sedang diupayakan oleh perusahaan dan organisasi yang memproduksi model-model ini untuk dimitigasi.

LEAVE A REPLY