Soundtraxx with Salman Aristo

519
0
salman-aristo

 

Salman diundang dalam siaran Soundtraxx pada Selasa (20/11) bersama Mario Patrick dan membahas film terbarunya Jakarta Hati. Kalau Hard Rockers telah menonton film yang masih tayang di beberapa bioskop ini, tentu tidak asing dengan film Jakarta Maghrib (2010). “Memang secara tema dan secara bentuk Jakarta Hati dan Jakarta Maghrib masih sama. Ini sketsa tentang Jakarta. Ya, gue sih akan buat seri-seri soal Jakarta yang ngga akan jauh dari seperti ini kedepannya,” ucap Salman.

Dalam film Jakarta Hati, ada 5 mini cerita yang memang menggambarkan tagline dari film ini. “Jakarta Hati memiliki tagline ‘sebuah pertanyaan?’ Jantung ibukota itu ada dimana hatinya. Jakarta bukan sebagai konteks tapi sebagai konten. Konteksnya itu hatinya yang ada dimana. Makanya taglinenya itu bentuknya pertanyaan. Filmnya pun cenderung kompleks dan punya interpretasi sendiri. Hati itu kan ngga sederhana ya, makanya dalam film ini gue juga tidak menyimpulkan apa-apa,” kata Salman.

Pencapaian karir Salman sebagai penulis skenario dalam beberapa film juara ajang nasional dan internasional memang tidak mudah. Dimulai pada tahun 2002 sebagai wartawan, Salman memang mengakui dirinya adalah film-geek. Kecintaannya dengan dunia penulisan dan film, ia tuangkan saat diajak Erwin Arnada untuk membuat film secara berurutan, mulai dari Catatan Akhir Sekolah, Cinta Silver, dan Alexandria.

Beberapa film berikutnya, Salman menulis skenario untuk sebuah film yang mengadaptasi dari sebuah novel. Nah ini juga bisa menjadi tips buat para penulis pemula nih. “Mengadaptasi dari novel dan menulis secara teknis tidak akan jauh berbeda karena yang ditulis dalam buku adalah skenario. Tricky part-nya adalah perbedaan skill. Penulis skenario harus tau bagaimana memilih angle dari keseluruhan cerita dan memiliki kepekaan dalam  meyakini bahwa suatu part dalam novel merupakan bagian penting dari novel itu sendiri sesuai dengan kesepakatan masyarakat,” jelas Salman.