2023 Jadi Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah!

71
Manuel Flores walks on a dry area that shows the drop in the level of Lake Titicaca, Latin America's largest freshwater basin, as it is edging towards record low levels, on Cojata Island, Bolivia October 26, 2023. REUTERS/Claudia Morales

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut cuaca panas bukan hanya dialami oleh Indonesia, tetapi juga menyerang banyak tempat di seluruh belahan dunia. Bahkan, kata dia, tahun 2023 menjadi tahun terpanas dengan penuh rekor temperatur.

“Tahun ini (2023) adalah tahun penuh rekor temperatur. Kondisi ini tidak pernah terjadi sebelumnya, dimana heatwave (gelombang panas) terjadi banyak tempat secara bersamaan. Juli 2023 lalu, heat wave yang melanda Amerika Barat bahkan mencapai 53 derajat celcius,” ungkap Dwikorita dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan Yayasan Perspektif Baru, baru-baru ini.

Dwikorita menyampaikan bahwa periode Juni hingga Agustus telah mencatat tiga bulan di tahun terpanas dalam sejarah, dengan bulan Juli 2023 mencatat suhu paling tinggi. Perubahan iklim ini meningkatkan potensi tahun 2023 menjadi tahun paling panas yang pernah tercatat, mengungguli tahun 2016.

Baca juga : Inilah Color of the Year 2024: Peach Fuzz!

Menurut Dwikorita, situasi ini adalah hasil dari perubahan iklim yang memberikan tekanan tambahan pada sumber daya air yang sudah langka, menciptakan apa yang disebut sebagai “water hotspot”. Keadaan ini juga meningkatkan kerentanan stok pangan global.

Dwikorita mengungkapkan bahwa FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian) bahkan memprediksi kemungkinan bencana kelaparan pada tahun 2050 jika kondisi ini terus berlanjut, menjadi dampak dari krisis pangan.

Untuk mencegah potensi tersebut, Dwikorita menekankan perlunya kerjasama pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam melakukan tindakan mitigasi.

Tindakan tersebut mencakup penghematan energi listrik dan air, pengelolaan sampah, pengurangan penggunaan energi fosil dengan beralih ke kendaraan listrik, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, penanaman pohon, restorasi mangrove, dan langkah-langkah lainnya.

Peneliti dari European Union telah menyatakan bahwa tahun 2023 menjadi tahun terpanas sepanjang sejarah. Suhu dunia juga tercata telah mengalamin kenaikan sebanyak 1,46 derajat celcius. Hal ini katanya kebanyakan disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil yang berlebih.

Cuaca dunia semakin panas, tapi kenapa sikapmu masih dingin juga… 🥺