Amber Alert, Fitur Baru di Instagram untuk Bantu Pencarian Anak Hilang

71

Induk perusahaan Instagram, Meta, merilis fitur untuk membantu mencari anak hilang. Fitur yang dinamakan Amber Alerts ini akan muncul di setiap pengguna Instagram sesuai dengan lokasi wilayah pencarian anak yang hilang.

Fitur Amber Alerts sendiri bukanlah sebuah fitur baru. Fitur ini sebelumnya juga telah digunakan oleh Facebook sejak tahun 2015 lalu, untuk membantu pencarian anak-anak hilang.

Instagram bekerjasama dengan beberapa organisasi seperti National Center for Missing & Exploited Children (NCMEC) di Amerika Serikat dan International Center for Missing & Exploited Children dalam menerapkan fitur Amber Alerts.

“Kami tahu bahwa peluang menemukan anak hilang meningkat ketika lebih banyak orang waspada, terutama dalam beberapa jam pertama,” kata Instagram lewat blog resminya.

“Dengan pembaruan ini, jika Amber Alerts diaktifkan oleh penegak hukum dan Anda berada di area pencarian yang ditentukan, peringatan itu sekarang akan muncul di feed Instagram Anda, ” lanjutnya.

Nantinya, fitur Amber Alerts akan diterima oleh pengguna Instagram, sesuai dengan lokasi pencarian anak hilang. Beberapa informasi akan diberikan mengenai data dari orang yang hilang seperti kota yang pengguna daftarkan di profil, alamat IP dan layanan lokasi pengguna.

“Peringatan akan mencakup rincian penting tentang anak seperti foto, deskripsi, lokasi penculikan dan informasi lain yang tersedia yang dapat diberikan. Orang-orang juga dapat membagikan peringatan itu dengan teman-teman untuk menyebarkan berita lebih lanjut,” jelas Instagram.

Fitur Amber Alerts ini nantinya akan dirilis di 25 negara seperti Argentina, Australia, Belgia, Bulgaria, Kanada, Ekuador, Yunani, Guatemala, Irlandia, Jamaika, Korea, Lithuania, Luksemburg, Malaysia, Malta, Meksiko, Belanda, Selandia Baru , Rumania, Afrika Selatan, Taiwan, Ukraina, Inggris Raya, Uni Emirat Arab, dan AS.

Indonesia sendiri gak kebagian fitur Amber Alerts. Meski begitu, Instagram berjanji fitur ini akan dapat digunakan ke lebih banyak negara lainnya.

 

Penulis: Rifqi Fadhillah