Elon Musk Rencanakan Akun Twitter yang Ingin Centang Biru Bayar Rp75 Ribu Sebulan

47

Setelah berhasil mengambil alih Twitter, Elon Musk langsung membuat perencanaan terhadap sosial media tersebut. Nantinya, akun Twitter yang ingin akunnya ‘verified’ atau centang biru dapat membayar biaya bulanan sebesar US$4,99 atau sekitar Rp75 ribu.

Twitter akan mengubah proses verifikasi akun untuk pengguna yang ingin mendapatkan tanda centang biru pada akunnya. Hal ini sedang dilakukan oleh Elon Musk setelah mengakusisi Twitter baru-baru ini.

“Seluruh proses verifikasi sedang diubah sekarang,” kata Musk dalam cuitannya pada Minggu (30/10).

Dilansir dari Straits Times, rencana dari Twitter ini mengharuskan pengguna untuk berlangganan Twitter Blue dengan harga US$4,99 per bulan atau kehilangan tanda ‘terverifikasi’ di akun mereka. Namun, hal ini masih dalam tahap proses dan belum keputusan final.

Twitter Blue sendiri diluncurkan pada Juni 2021 lalu sebagai layanan berlangganan pertama Twitter. Banyak fitur premium yang bisa didapat di Twitter Blue, salah satunya fitur untuk mengedit tweet.

Baca Juga: Ini Harga Resmi Seri iPhone 14 di Indonesia, Sudah Bisa Dipesan!

Sebelum rencana merombak akun verified Twitter, Elon Musk juga telah mengambil langkah awalnya setelah menjabat sebagai pemilik Twitter. Langkah awal Elon Musk setelah mengakusisi Twitter adalah dengan memecat beberapa petinggi dari Twitter.

Ada beberapa petinggi Twitter yang langsung dipecat, yakni CEO Twitter Parag Agrawal, CFO Ned Segal dan Vijaya Gadde, kepala kebijakan perusahaan. Dilaporkan, salah satu eksekutif yang dipecat oleh Elon Musk, dikawal keluar gedung kantor pusat Twitter di San Francisco, AS, alias harus meninggalkan kantor Twitter saat itu juga.

Elon Musk sendiri akan melonggarkan kebijakan moderasi konten Twitter. Ia telah menulis surat terbuka bahwa Twitter tetap akan menjadi tempat yang terbuka untuk semua orang.

“Twitter tentu saja tidak bisa menjadi neraka free-for-all, di mana semua hal bisa dikatakan tanpa konsekuensi!” kata Musk dalam suratnya yang diunggah di Twitter, seperti dikutip dari BBC.

“Selain menaati hukum, platform kami harus menjadi tempat yang hangat dan terbuka untuk semua orang, di mana kalian bisa memilih pengalaman yang diinginkan sesuai preferensi,” sambungnya.

 

Penulis: Rifqi Fadhillah