Film Fiksi Ilmiah Tanpa Logika

2874
0
lucy-scarlett-johansson

Banyak film yang memang nggak masuk di logika, seperti film-film fantasi ala Harry Potter atau Lord of The Rings. Tapi film memang nggak bermaksud menyajikan logika. Cuma, ada satu hal yang musti dipatuhi dalam pembuatan film: premis. Kalau dari awal premisnya bukan dunia nyata, ya berarti hal-hal nggak logis macam sihir atau orcs bisa dimasukkan.

Masalahnya, ada film-film yang mengaku fiksi ilmiah, tapi nggak menuruti premis. Mau dibilang fantasi, premisnya dunia nyata [biasanya di masa depan]. Okelah kalau berandai-andai macam Inception. Tapi seenggaknya, Inception nggak sok-sokan berlindung pakai nama “ilmiah”.

Yang mungkin bikin kesel adalah, saat sebuah film [katanya] punya dasar ilmiah, tapi kok jadinya….abstrak alias nggak jelas. Padahal, orang-orang di balik pembuatan cukup keren dan punya nama, lho!

Nah, mau tahu film fiksi ilmiah apa aja yang bikin penonton mengernyitkan dahi? 

1. Lucy.

Premis Lucy memang bagus: kemampuan otak manusia di atas 10%. Buat orang yang nggak ngerti teori otak, Lucy bakal jadi renaissance. Wow, ternyata kita selama ini ga bodoh, tapi cuma nggak makai keseluruhan otak.

Tapi Hard Rockers, sayangnya kita sudah memakai otak hingga 100%. Mitos otak 10% adalah mitos masa lalu yang kebenarannya nggak terbukti. Bahkan ketika kita tidur, otak pun masih bekerja seluruhnya, kok! Lagipula, kalau 90% bagian dormant alias tidur, kenapa orang struk sulit untuk disembuhkan? 

And we never know why a person like Luc Besson just made this movie….

2. Transcendence

transcendence

Bagi orang yang suka film, nggak mungkin nggak suka sama [aktingnya] Johnny Depp. Mantan kekasih Vanessa Paradis ini memang pemain watak sejati: jadi apa saja bisa. Termasuk jadi Dr. Will Caster di film Transcendence. 

Dengan men-transfer seluruh memorinya ke dalam komputer, Will Caster pun “terlahir kembali” setelah mati. Nggak cuma ingatan, tapi juga kesadarannya. Wow. Film ini semacam menggugat teori Sartre tentang kesadaran sebagai kunci yang membedakan manusia dengan makhluk lain. 

Masalahnya, ingatan dan kesadaran manusia itu, berapa terabyte sih, besarnya? Memangnya bisa, semuanya ditransfer ke dalam komputer-komputer yang kapasitas memorinya so-so? Lagipula, sebagai manusia, ingat betulkah Anda dengan semua hal yang pernah Anda lewati? Jangankan hal detil, yang penting pun kita sering lupa kok.

Logika aja sih. Download film aja harus 100% biar bisa ditonton. Masa, otak manusia, nggak?

3. The Edge of Tomorrow

edge of tomorrow

Tom Cruise, Le Louvre, dan pengulangan waktu. Tiga hal yang bikin film ini jadi box office.

Sebenernya film ini nggak separah dua film sebelumnya sih. Tapi yah, you don’t make a film that talks about time. And you call it “science-fiction”. Pakai alien pula. Alien yang bisa membuat Lo mengulang waktu lagi dan lagi. Selain alien juga kayaknya males ke bumi [ngapain, kan mereka katanya lebih canggih], waktu nggak bisa diulang, dear.

Lo harus terpecah menjadi materi-materi kecil, kemudian disatukan lagi [kalau mesin waktu dengan daya maha besar itu ada dan kecepatan cahaya bisa dimanipulasi]. Tapi, mana ada orang yang dimutilasi lalu bisa hidup kembali?

4. HULK

Hulk movie

Iya, ini memang film Marvell. Tapi boleh dong, dibahas dikit.

Jadi, Bruce Banner bisa berubah menjadi makhluk hijau super besar dan pemarah bernama Hulk. Hal ini disebabkan oleh reaksi bom sinar gama. Hmm, oke. Sinar gama memang bisa mensterilkan alat-alat kedokteran. Tetapi jangan lupa, dia bisa membunuh organisme kecil seperti kuman. Dan untuk manusia? Dalam intensitas sangat rendah, sinar itu bisa merusak sel hidup dan mengakibatkan kanker. 

Bagaimana ya, kalau kita terkena bom sinar gamma? [teks @intankirana foto IMDB]