Inilah 5 Kebiasaan yang Bisa Bikin Otak Lemot

36
Inilah 5 Kebiasaan yang Bisa Bikin Otak Lemot

Kebiasaan atau gaya hidup yang dilakukan setiap hari bisa mempengaruhi fungsi otak Hard Rockers. Tanpa sadar kita bisa saja melakukan kebiasaan yang bisa bikin otak lemot.

Jika kebiasaan pemicu otak lemot tidak disadari dan terus dilakukan, tidak menutup kemungkinan bahwa efeknya akan tambah parah di kemudian hari dan meningkatkan masalah kesehatan lain yang lebih serius.

Inilah 5 Kebiasaan yang Bisa Bikin Otak Lemot

Berikut ini Hard Rock FM rangkum 5 kebiasaan yang bisa bikin otak lemot.

1. Duduk terlalu lama

Studi yang dilakukan PLOS One pada tahun 20218 menemukan bahwa terlalu banyak duduk berkaitan dengan perubahan di bagian otak yang penting untuk memori. Mereka yang duduk paling lama memiliki wilayah lobus temporal medial (MTL) lebih tipis. Menurut ahli, penipisan MTL dapat menjadi awal dari penurunan kognitif dan demensia.

2. Malas gerak

Dilansir dari Health Harvard, malas gerak adalah kegiatan yang membiarkan tubuh tidak melakukan apa pun. Apabila kondisinya sehat dan tidak sedang sakit, jangan memanjakan diri untuk mageran terus-menerus. Mageran bisa memicu diabetes, hipertensi, penyakit jantung, bahkan penyakit lain yang berkaitan dengan Alzheimer.

3. Volume musik terlalu kencang

Selain bisa membuat iritasi gendang telinga saat mendengarkan musik yang terlalu kencang. Tetapi juga bisa merusak pendengaran secara permanen hanya dalam 30 menit serta memengaruhi fungsi otak jadi rentan lemot.

4. Kurang tidur

Merujuk laman WebMd, kurang tidur bahkan sering bergadang, termasuk kebiasaan yang bikin otak lemot. Tak cuma itu, kurang tidur dapat membuat kulit wajah terlihat cepat tua karena kehilangan elastisitasnya.

5. Kebanyakan makan

Mengutip Business Insider, makan terlalu banyak sampai kekenyangan, menyebabkan otak jadi tidak dapat membangun jaringan koneksi yang kuat untuk membantu Anda berpikir dan mengingat.

Selain itu, kebanyakan makan ini memicu kenaikan berat badan berlebih sampai obesitas, diabetes, penyakit jantung, hingga penyakit terkait masalah otak dan Alzheimer.

Source: cnnindonesia.com