Jake Gyllenhaal Akhirnya Angkat Bicara Soal Lagu Taylor Swift “All Too Well”

139
Jake Gyllenhaal Akhirnya Angkat Bicara Soal Lagu Taylor Swift

Setelah namanya terus dikait-kaitkan dalam lagu “All Too Well” milik Taylor Swift, akhirnya Jake Gyllenhaal mau membuka suara. Nama Jake Gyllenhaal menjadi sorotan setelah Taylor Swift merilis album reka-ulang tahun 2012 “Red (Taylor’s Version)”, Taylor Swift juga merilis sebuah film pendek “All Too Well” pada November lalu.

Lagu dan film pendek “All Too Well” disebut-sebut menceritakan kisah cintanya tentang romansa singkat yang pernah terjalin antara Taylor Swift dengan aktor Jake Gyllenhaal pada tahun 2010. Taylor Swift juga menambahkan lirik baru dalam versi terbaru dari All Too Well.

Salah satu yang mengindikasikan lagu “All Too Well” merupakan penggambaran dari hubungan Taylor Swift dan Jake Gyllenhaal adalah saat adegan Swift mengungkapkan bahwa dia patah hati pada ulang tahunnya yang ke-21. Seperti diketahui, hubungan Jake Gyllenhall dan Taylor Swift hanya bertahan 3 bulan dan putus pada tahun 2011 silam, atau ketika Taylor Swift berusia 21 tahun.

Serasa namanya terusa disangkut pautkan dengan hal tersebut, membuat Jake Gyllenhaal akhirnya angkat bicara. Jake Gyllenhaal sendiri mengaku gak mempermasalahkan mengenai lagu “All Too Well” dari Taylor Swift yang terinspirasi dari kisah pribadinya.

“Tak ada hubungannya dengan saya. Itu soal hubungannya dengan para penggemar,” kata Gyllenhaal kepada Esquire.

“Itu ekspresinya. Seniman memanfaatkan pengalaman pribadinya sebagai inspirasi, dan saya tidak mempermasalahkan hal itu,” lanjutnya.

Jake Gyllenhaal Akhirnya Angkat Bicara Soal Lagu Taylor Swift "All Too Well"

Hal yang disesalkan oleh Jake Gyllenhaal justru adalah para penggemar yang selalu menghubung-hubungkan hubungan ia dengan Taylor Swift.

“Pada titik tertentu, saya pikir penting ketika penggemar jadi sulit dikendalikan bahwa kita merasa bertanggung jawab membuat mereka bersikap sopan dan tidak mengizinkan merundung secara daring ke satu nama,” ucap Gyllenhaal.

“Itu menimbulkan pertanyaan filosofis yang lebih dalam. Bukan tentang individu mana pun, tetapi percakapan yang memungkinkan kita untuk melihat bagaimana kita bisa, atau bahkan harus, mengambil tanggung jawab atas apa yang kita tempatkan ke dunia, kontribusi kita ke dunia,” kata Gyllenhaal.

“Bagaimana kita memicu sebuah perbincangan? Kita melihat itu dalam politik. Ada kemarahan dan perpecahan, dan itu benar-benar mengancam jiwa secara ekstrem,” lanjutnya.

 

Penulis: Rifqi Fadhillah