Kafe di Jepang Ini Hanya Terima Pengunjung yang Dikejar Deadline

127
Kafe di Jepang Ini Hanya Terima Pengunjung yang Dikejar Deadline

Di Jepang saat ini sudah banyak kafe yang bertema unik dan beda dari kafe pada umumnya. Termasuk salah satunya kafe bernama Manuscript Writing Cafe yang berlokasi di Tokyo, hanya menerima pengunjung yang sedang dikejar deadline untuk menyelesaikan tugas mereka.

Dilansir dari Grape Japan, Manuscript Writing Cafe menyediakan tempat untuk orang-orang yang fokus mengerjakan deadline tulisannya. Pengunjung yang hanya untuk makan atau minum di tempat tersebut gak diperbolehkan masuk dan Manuscript Writing Cafe hanya menerima orang yang sedang dikejar oleh deadline.

“Manuscript Writing Cafe, hanya mengizinkan orang-orang yang punya deadline tulisan. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan fokus dan suasana tenang di dalam kafe. Terima kasih atas pengertiannya,” tulis bagian depan kafe tersebut.

Kafe di Jepang Ini Hanya Terima Pengunjung yang Dikejar Deadline

Setiap pengunjung yang datang diwajibkan untuk menulis di buku tamu berapa banyak kata-kata, jumlah halaman, dan batas deadline dalam tulisan mereka. Hal ini supaya pihak kafe bisa menanyakan sudah sejauh mana tulisan mereka selesai.

Selain itu, bagi pengunjung yang belum tuntas mengerjakan deadline nya gak boleh diizinkan untuk meninggalkan kafe. Peraturan ini sudah didtetap oleh pihak kafe bagi setiap pengunjung yang ingin agar tugas deadline menulisnya selesai.

“Pengunjung tidak boleh meninggalkan kafe ini, sampai mereka selesai menulis tugas atau tulisan mereka di sini,” tulis pihak kafe.

Kafe di Jepang Ini Hanya Terima Pengunjung yang Dikejar Deadline

Untuk lebih membuat pengunjung dapat segera menyelesaikan deadline-nya, diberlakukan uang sewa dari berapa lama mereka menghabiskan waktu di kafe tersebut. Manuscript Writing Cafe juga menyediakan jasa penerjemah, penulisan proposal hingga layout atau tata tulisan sampai proses suntingan naskah lainnya untuk penulis dapat menyelesaikan deadline-nya.

 

Penulis: Rifqi Fadhillah