Melihat Supercar Mada 9 Dari Taliban Afghanistan

10
Melihat Supercar Mada 9 Dari Taliban Afghanistan

Hard Rockers dunia sedang dihebohkan dengan peluncuran supercar dari Taliban, Afghanistan yang diberi nama Mada 9.

Mobil Mada 9 menjadi perbincangan publik karena dibuat oleh Taliban, kelompok yang dikenal ekstemis dari Afghanistan. Kelompok tersebut diketahui sering mengeluarkan aturan kontroversial.

Namun, pada Januari 2023, Taliban menghebohkan dunia bukan karena aksi serangan atau terror pada warga, melainkan dengan kreativitasnya membuat supercar. Produksi supercar ini menjadi yang pertama di Afghanistan Hard Rockers.

Melihat Supercar Mada 9 Dari Taliban Afghanistan

Melansir dari Financial Express pada Selasa, 24 Januari 2023, mobil pertama supercar hasil kreativitas Taliban diberi nama  Mada 9. Mobil ini dikembangkan oleh perusahaan manufaktur lokal di Kabul bernama Entop.

Mada 9  menggunakan basis dari Toyota yang dimodifikasi. Untuk spesifikasinya tak diketahui secara pasti, tapi mobil ini merupakan bentuk modifikasi dari Toyota Corolla tahun 2000. Tampilan dari Mada 9 ini mirip dengan Eropa.

Pada Bagian fascia depan mobil ini sedikit mirip dengan Aston Martin. Tampilan ganas karena mobil menggunakan lampu depan LED yang sipit. Velg mobil terlihat lebih sporty karena menggunakan model multi-spoke serba hitam.

Melihat Supercar Mada 9 Dari Taliban Afghanistan

Baca Juga: Film Biopik Michael Jackson Sudah Temui Titik Terang

Kemudian di samping Mada 9 tampil agresif dan berotot, melengkapi lampu belakang LED di bagian belakang. Tampilan semakin menyeramkan karena mobil ini dibuat dengan warna hitam pekat.

Sebagai informasi, Entop selaku pengembang mobil ini menyatakan ada kemungkinan Mada 9 akan dijual ke luar negeri. Tapi hingga saat ini tanggal peluncuran mobil masih belum dikonfirmasi

Menariknya, meskipun tampilannya gagah seperti supercar Eropa. Tak diketahui secara pasti spesifikasi Mada 9 ini, apalagi pada bagian mesinnya.

Bagaiama menurut lo mobil Mada 9 dari Taliban ini Hard Rockers?

 

Penulis: Fadia Syah Putranto