Review Film Cinta Pertama, Kedua & Ketiga: Arti Nilai Keluarga, Cinta dan Harapan

307
Story Behind The Movie: Angga Yunanda Pilih Siapa, Putri Marino atau Zara Adhisty?

Film Cinta Pertama, Kedua & Ketiga tepat pada hari ini atau 6 Januari 2022 telah tayang di bioskop Tanah Air. Film  ini ditulis dan disutradarai oleh Gina S. Noer serta diperankan oleh Angga Yunanda dan Putri Marino.

Film Cinta Pertama, Kedua & Ketiga merupakan film bergenre drama romantis. Sebelumnya, film produksi Starvision Plus dan Wahana Kreator Nusantara ini telah dirilis perdana secara Internasional di Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2021 sebagai film penutup festival pada 4 Desember 2021 lalu.

Film Cinta Pertama, Kedua & Ketiga menceritakan tentang Raja dan Asia yang memiliki tanggung jawab sebagai anak untuk merawat kedua orang tua tunggal mereka masing-masing. Sosok Raja diperankan oleh Angga Yunanda, sementara Asia diperankan oleh Putri Marino.

Sosok Asia digambarkan sebagai anak yang berbakti kepada ibunya. Ia rela untuk mengorbankan segalanya untuk sang Ibu. Sementara itu, sosok Raja lebih ingin hidup mandiri seperti kedua saudaranya.

Review Film Cinta Pertama, Kedua & Ketiga: Arti Nilai Keluarga, Cinta dan Harapan

Kemudian, orang tua mereka, Dewa (Slamet Rahardjo Djarot), ayah dari Raja, dan Linda (Ira Wibowo), ibu Asia, mulai menjalin kasih. Raja merasa senang, namun Asia masih ragu-ragu.

Raja berusaha meyakinkan Asia tentang hubungan kedua orang tua mereka. Ketika Raja meyakinkan Asia bahwa orang tua mereka cocok satu sama lain, benih-benih cinta Raja dan Asia justru mulai muncul.

Film Cinta Pertama, Kedua & Ketiga ini menyoroti hubungan antara para anggota keluarga khususnya antara anak yang semakin dewasa dan orang tua yang semakin menua. Selain itu, film ini juga memberi pelajaran bagiamana menemukan harapan dalam merawat keluarga dalam situasi tidak ideal.

Beberapa isu pun diangkata seperti hubungan ayah dan anak laki-lakinya, anak dengan ayah dan ibu sambung, persoalan sandwich generation hingga situasi pandemi Covid-19 yang saat ini masih berlangsung.

 

Penulis: Rifqi Fadhillah