Review Film The 355: Aksi Sekelompok Wanita Hentikan Operasi Teroris Memulai Perang Dunia 3

319
Review Film The 355: Aksi Sekelompok Wanita Hentikan Operasi Teroris Memulai Perang Dunia 3

Apabila Lo merupakan penggemar film dari Charlie’s Angels, tampaknya Lo juga harus menonton film The 355 yang segera tayang di bioskop Tanah Air. Film The 355 menceritakan tentang sekelompok wanita mata-mata yang ingin menghentikan organisasi teroris untuk memulai Perang Dunia III.

Film The 355 disutradarai oleh Simon Kinberg serta diperankan sejumlah bintang ternama seperti Jessica Chastain, Lupita Nyong’o, Penélope Cruz, Diane Kruger, Fan Bingbing, Sebastian Stan dan dgar Ramírez. Dalam film The 355 menampilkan berlokasi di Paris, Maroko dan juga Shanghai.

Review Film The 355: Aksi Sekelompok Wanita Hentikan Operasi Teroris Memulai Perang Dunia 3

Judul The 355 sendiri diambil dari agen 355, yang dimana milik wanita mata-mata yang sangat berperan dalam Revolusi Amerika, saat rakyatnya memberontak terhadap penjajahan Inggris.

Agen wild card CIA Mason “Mace” Brown dan agen musuh Jerman, Marie Schmidt terlibat perkelahian ketika ingin mendapatkan senjata rahasia dari tangan tentara bayaran. Tanpa disadari ternyata mereka memiliki musuh yang sama.

Hingga akhirnya mereka bertemu dengan mantan sekutu MI6, Khadijah, dan Graciela. Kemudian, mereka pun menyatukan misi dengan bergabung untuk menghentikan organisasi teroris memulai Perang Dunia III dengan merebut senjata rahasia dari musuh.

Review Film The 355: Aksi Sekelompok Wanita Hentikan Operasi Teroris Memulai Perang Dunia 3

Aksi tembak-tembakan yang dibangun di film The 355 cukup menarik. Selain itu, meskipun bergenre action, film The 355 mampu menghibur dengan beberapa kali terselip dialog komedi.

Sebelumnya, banyak memberikan review buruk dari film The 355 ini. Bahkan, rating di IMBD film The 355 hanya mendapatkan penilaian 4.8. Namun berdasarkan reaksi dari penonton yang menonton screening film The 355 di XXI Plaza Indonesia, kebanyakan merasa terhibur bahkan cukup banyak gelak tawa yang tercipta di dalam bioskop.

 

Penulis: Rifqi Fadhillah