Review Film The Matrix Resurrections: Penuh Nostalgia Dengan Nuansa Romantic

227
Review Film The Matrix Resurrections: Penuh Nostalgia Dengan Nuansa Romantic

Setelah 18 tahun lamanya akhir sekuel keempat dari The Matrix yakni The Matrix Resurrections telah hadir di seluruh bioskop Indonesia pada 22 Desember 2021. Sebelumnya, tim Hard Rock FM telah terlebih dahulu menyaksikan screening film The Matrix Resurrections di XXI Plaza Senayan, Kuningan, Selasa (21/12) WIB.

Alur cerita dari film ‘The Matrix Resurrections‘ kita akan diajak bernostalgia dari sekuel terdahulu film The Matrix. Disarankan kepada penonton agar menyaksikan terlebih dulu trilogi dari film The Matrix supaya dapat tersambung oleh plot cerita yang disajikan film ‘The Matrix Resurrections‘.

Kisah ini diawali dengan pencarian agent Morpheus dan Bugs yang memiliki misi untuk menemukan Neo (Keanu Reeves). Meskipun pada akhir trilogi aslinya Neo telah mati, namun mereka percaya bahwa Neo masih hidup.

Review Film The Matrix Resurrections: Penuh Nostalgia Dengan Nuansa Romantic

Di satu sisi, Neo diceritakan sebagai pembuat game dari The Matrix yang bekerja untuk Warner Bros di sekuel terbarunya ini. Ia adalah orang dibalik progammer game yang menciptakan The Matrix, The Matrix Reloaded, dan The Matrix Revolutions hingga memenangkan Game of The Year tiga tahun berturut-turut.

Meski begitu, sebagai pembuat game, Neo justru merasa keterlibatan dirinya di game The Matrix. Ia juga selalu teringat akan masa lalunya serta kenangan bersama Trinity.

Dari sisi special effect di film-film The Matrix sebelumnya, kembali dihadirkan di film ini. Namun dari sisi adegan laga pertarungan di The Matrix Resurrections tidak terlalu spesial. Justru banyak dari adegan laga yang terkesan kaku dan tidak menghadirkan sesuatu yang baru.

Review Film The Matrix Resurrections: Penuh Nostalgia Dengan Nuansa Romantic

Secara keseluruhan film The Matrix Ressurection memiliki cerita yang cukup kompleks penuh nostalgia namun di satu sisi sukses dibalut dengan nuansa romantic dibaliknya. Visual saat adegan laga yang ditampilkan juga sangat mempesona.

 

Penulis: Rifqi Fadhillah