Studi Menemukan Golongan Darah yang Berisiko Stroke di Usia Muda

26
Studi Menemukan Golongan Darah yang Berisiko Stroke di Usia Muda

Hard Rockers, baru-baru ini studi dari meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal Neurology pada (31/8/22) menemukan bahwa golongan darah A memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan stroke di usia muda.

“Secara khusus, kami menemukan bahwa golongan darah A memiliki risiko stroke dini. Mereka lebih mungkin mengalami pembekuan darah,” kata penulis studi Braxton D Mitchell dari Maryland University, Baltimore, Amerika Serikat, mengutip laman American Academy of Neurology.

Studi Menemukan Golongan Darah yang Berisiko Stroke di Usia Muda

Meta-analisis tersebut telah melibatkan 48 studi yang menghubungkan faktor genetika dan stroke iskemik di Amerika, Eropa dan Asia. Penelitian ini melibatkan 16.927 orang dengan stroke dan 576.353 orang tanpa stroke.

Dalam penelitiannya, orang dengan stroke sebanyak 5.825 diantaranya mengalami stroke dini. Stroke dini didefinisikan sebagai stroke iskemik atau stroke yang terjadi sebelum usia 60 tahun. Para peneliti juga kemudian melihat semua kromosom untuk mengidentifikasi varian genetik yang terkait dengan stroke.

Studi Menemukan Golongan Darah yang Berisiko Stroke di Usia Muda

Para peneliti menemukan hubungan antara stroke dini dan area kromosom yang mencakup gen terkait golongan darah A, AB, B, dan O. Setelah disesuaikan, mereka menemukan bahwa mereka dengan golongan darah A memiliki risiko lebih tinggi sebanyak 16 persen dibandingkan dengan golongan darah lain.

Disisi lain, seseorang yang memiliki golongan darah O memiliki risiko 12 persen lebih rendah terkena stroke dibandingkan dengan golongan darah lain. Meski demikian, studi meta-analisis ini masih memiliki keterbatasan yaitu jumlah keragaman peserta yang terbilang rendah. Hanya 35 persen diantaranya yang merupakan keturunan non-Eropa.

Baca Juga: Ciri-ciri Quiet Quitting Dalam Kerja yang Perlu Diketahui

Namun, Hard Rockers bisa mencegah risiko stroke dengan melakukan pola hidup sehat seperti cek kesehatan rutin secara berkala, berolahraga, tingkatkan konsumsi sayur dan buah.

 

Penulis: Fadia Syah Putranto