Suspek Cacar Monyek Ditemukan di Indonesia, Pahami Gejalanya!

40

Suspek monkeypox alias cacar monyet dikabarkan telah ditemukan di Indonesia atau tepatnya di Jawa Tengah. Warga terduga terpapar cacar monyet ini saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Indonesia mesti mewaspadai wabah dari cacar monyet yang sudah menjangkit beberapa negara di dunia. Apalagi kini telah ditemukan suspek cacar monyet di Jawa Tengah.

“Seorang laki-laki, 55 tahun, bukan PPLN, suspek monkeypox dan saat ini dirawat isolasi di RS Swasta di Jateng,” kata Syahril saat dilansir dari CNNIndonesia.com

Terdapat sejumlah gejala yang digolongkan sebagai suspek dan probable cacar monyet berdasarkan edaran dari Kementerian Kesehatan RI. Untuk yang suspek cacar monyet adalah orang yang memiliki ruam akut serta satu atau lebih dari gejala. Berikut ini adalah gejalanya:

  • Sakit kepala
  • Demam akut di atas 38,5 derajat celcius
  • Limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening)
  • Nyeri otot/Myalgia
  • Sakit punggung
  • Asthenia (kelemahan tubuh)

Sementara itu probabel adalah apabila seseorang memenuhi kriteria suspek dan punya satu atau lebih kriteria seperti punya hubungan epidemiologis seperti paparan tatap muka, kontak fisik langsung dengan kulit, kontak seksual, kontak dengan benda yang terkontaminasi seperti pakaian, tempat tidur atau peralatan pada kasus probable atau konfirmasi pada 21 hari sebelum timbulnya gejala

Gejala dari cacar monyet ini berlangsung 2 hingga 4 minggu. Apabila gak ditangani dengan baik maka bisa berakibat batal hingga menyebabkan kematian.

Lembaya kesehatan CDC Amerika Serikat membuat sebuah panduan untuk  mencegah penyebaran cacar monyet berjudul “Social Gatherings, Safer Sex, and Monkeypox”. CDC menyarankan untuk sementara waktu agar  menunda berhubungan seks atau jika bisa dilakukan secara virtual atau masturbasi.

Berikut panduan dari CDC guna mencegah cacar monyet:

  • Masturbasi bersama pada jarak minimal 6 kaki atau sekitar 2 meter tanpa saling menyentuh;
  • Pertimbangkan berhubungan intim dengan tetap mengenakan pakaian atau menutupi area ruam dan luka dengan kain, kurangi kontak kulit ke kulit;
  • Hindari berciuman;
  • Cuci tangan, mainan seks, atau benda apapun setelah berhubungan intim;
  • Tidak berganti-ganti pasangan.

 

Penulis: Rifqi Fadhillah