Inilah Rekam Jejak dan Motif Hacker Bjorka

40
Inilah Rekam Jejak dan Mootif Hacker Bjorka

Belakangan ini warganet Indonesia dihebohkan dengan sosok hacker Bjorka yang namanya meroket usai mengunggah data registrasi SIM card sampai membuat surat untuk Presiden.

Bjorka diketahui bergabung Twitter pada September 2022 dengan menampilkan informasi pada profil berupa frasa “yea catch me if you can. email: [email protected]” dan berlokasi di Warsaw Polandia. Dirinya hanya mengikuti satu akun dan memiliki lebih dari 183 ribu followers.  Hal yang sama juga di akun Telegram-nya.

Inilah Rekam Jejak dan Mootif Hacker Bjorka

Melansir dari profil BreachForums meskipun Bjorka baru bergabung di situs gelap  dalam kurun waktu dua bulan, reputasinya sudah mencapai 573 dan mendapat bintang enam. Pembocoran data pertamanya di breached.to adalah data pelanggan Tokopedia yang dibobol pada April 2020 berukuran 11 GB (compressed) dan 24 GB (uncompressed).

Pembocoran data keduanya yakni 270,904,989 data pengguna media sosial literatur Wattpad, 20 Agustus. Data ini dibobol pada Juni 2020 lalu yang berupa password, login, nomor kontak, hingga nama asli. Di hari yang sama, Bjorka merilis 26 juta data pelanggan IndiHome.

Inilah Rekam Jejak dan Mootif Hacker Bjorka

Tidak hanya itu, pada 31 Agustus, user ini mengunggah 1,3 miliar data registrasi SIM card yang diklaim dibobol dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Akan tetapi, pada momen leak ini, Kominfo, operator seluler, Dukcapil ramai-ramai membantahnya.

Bjorka kembali membocorkan 105 juta data kependudukan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), 6 September. Hal yang paling menjadi sorotan adalah pembocoran data surat rahasia untuk Presiden Jokowi apda periode 2019-2021, 9 September. Salah satunya adalah surat dalam amplop tertutup dari Badan Intelijen Negara (BIN).

Pembobolan data Bjorka dibalut motif yang berupa cara untuk menunjukkan bahwa lembaga pemerintah tetap akan bobrok selama dipimpin oleh yang bukan ahlinya. Bjorka Cuma ingin menumjukkan betapa mudahnya untuk measuk ke berbagai pintu karena kebijakan perlindungan data yang buruk terlebih yang dikelola pemerintah.

Baca Juga: Max Verstappen Samai Rekor Lewis Hamilton

Bagaimana tanggapan Anda Hard Rockers?

 

Penulis: Fadia Syah Putranto