Keistimewaan JPOS Pinisi yang Jadi Spot Foto Baru di Jakarta

214
JPOS Pinisi Jadi Spot Foto Baru di Jakarta, Berikut Keistimewaannya

Jembatan Penyebrangan Orang dan Sepeda atau JPOS kini menjadi spot foto baru di Jakarta Hard Rockers. JPOS ini berkonsep kapal Pinisi di Karet Sudirman yang sekarang sudah resmi beroperasi. Apa saja keistimewaannya, simak ulasan berikut ini.

Lift dan alarm sensor badan

JPOS Pinisi Jadi Spot Foto Baru di Jakarta, Berikut Keistimewaannya

JPOS Pinisi ini telah dilengkapi lift lho Hard Rockers, tapi fasilitas ini diperuntukan untuk kelompok masyarakar disabilitas, ibu hamil dan pesepeda. Selain itu JPOS Pinisi dilengkapi dengan alarm sendor badan atau People Counting Method yang berguna untuk mendetaksi batas maksimal bobot untuk anjungan yakni 50 orang.

Camera CCTV dan rambu Sepeda

JPOS Pinisi Jadi Spot Foto Baru di Jakarta, Berikut KeistimewaannyaTerdapat 14 unit CCTV yang terpasang disetiap sudut JPOS Pinisi, jadi enggak perlu khawatir soal keamanannya. Untuk pengendara sepeda pun dilengkapi rambu guna bisa menjaga ketertiban bersama.

Anjungan Pandang dan lampu dekoratif

JPOS Pinisi Jadi Spot Foto Baru di Jakarta, Berikut KeistimewaannyaHal paling menjadi daya tarik adalah lokasi Anjungan Pandang sebagai spot foto selfi dengan pemandangan gedung-gedung Jakarta. Saat malam hari JPOS ini begitu terlihat indah dengan dipasangnya lampu dekoratif berupa 470 LED dan 10 Dekoratif Artistik alias RGB Futuristik.

Material lantai yang aman

JPOS Pinisi Jadi Spot Foto Baru di Jakarta, Berikut KeistimewaannyaPembangunan JPOS ini begitu memerhatikan keamana penggunanya, terbukti dilengkapinya dengan material lantai untuk jalur pejalan kaki dan pesepeda adalah Epoxy Anti Slip yang bisa mencegah licin saat lantai basah.

Baca Juga: Rekomendasi Film Tentang Pembobolan Penjara Paling Cerdik

Gimana Hard Rockers, keren kan? Pembangunan jembatan ini juga punya harapan bahwa dengan adanya JPOS Pinisi menjadikan Jakarta sebagai kota yang warganya Tangguh, ulet dan sebagai kota global yang diperhitungkan di kancah internasional.

 

Penulis: Fadia Syah Putranto